Bg

Berita - IAIN Surakarta

HMJ Hukum Ekonomi Syariah Adakan Sarasehan

2 Oktober 2018
Share to:

FASYA – Kamis (20/9), jargon mahasiswa Fakultas Syariah, “Tangan Terkepal dan Maju ke Muka: Dari Fasya untuk Bangsa!” bergemuruh di dalam acara Sarasehan HMJ HES. Jargon yang disuarakan oleh peserta sarasehan terdengar lantang menandakan semangat dan antusias mereka untuk mengikuti kegiatan sarasehan tersebut.

Sarasehan ini bertema “Refleksi Historis Hukum Ekonomi Syariah dan Proyeksi Tantangan Zaman dan Teknologi” diselenggarakan oleh pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Hukum Ekonomi Syariah (HES) periode 2017/2018. Kegiatan tersebut bertempat di Ruang Rapat Fasya lantai III. Menurut ketua panitia sarasehan, Sulistyaningsih Meliana, peserta sarasehan berjumlah 88 mahasiswa yang terdiri dari 80 mahasiswa HES semester 1 dan 8 delegasi dari Ormawa Fasya.

Sarasehan ini menghadirkan dua pembicara, yaitu Muhammad Julijanto, M.Ag., Sekretaris Jurusan HES dan Dr. Aris Widodo, S.Ag., M.A., Direktur Pascasarjana Jurusan HES IAIN Surakarta. Menurut Rekmana Inggrasari, Ketua HMJ HES, kegiatan ini bertujuan memfasilitasi mahasiswa baru jurusan HES agar mengetahui dan mengenal lebih dalam jurusannya.

“Mahasiswa harus lebih kreatif dan cerdas dalam IQ (intelligence quotient), EQ (emotional quotient), maupuun SQ (spiritual quotient). Kemampuan inovatif, pola kemandirian, juga organisatoris. Dengan keseimbangan semuanya, maka dirasa mahasiswa dari masa belajar hingga pasca lulus, ia tidak akan kebingungan untuk mengembangkan dirinya dan mampu memberikan manfaat di dunia,” tambah Wakil Dekan III Fakultas Syariah, Sidik, M.Ag. dalam sambutannya.

Dalam penyampaian materi tentang refleksi historis hukum ekonomi syariah, Julijanto, M.Ag. menyampaikan bahwa budaya hukum ekonomi syariah sangat strategis untuk mencapai kesejahteraan sesungguhnya, karena dasar setiap transaksi tidak mengandung unsur “Maghrib” (maisir/perjudian, gharar/penipuan, riba, dan bathil), faktual, dan tidak fiktif berdasarkan ekonomi riil dalam masyarakat. Selain itu, ekonomi syariah membangun sistem ekonomi yang adil dan tidak diskriminatif, mengedepankan tolong menolong, dan kejujuran dalam transaksi yang dilakukan.

Dalam penyampaian materi tentang HES dalam teknologi informasi, Aris Widodo, S.Ag., M.A. menyampaikan bahwa Al-Quran merupakan sebuah Teknologi-Informasi. Informasi (an-naba’), berupa ayat-ayat Al-Quran dari Allah swt. melalui Malaikat Jibril (sebagai teknologi) disampaikan kepada Nabi Muhammad saw. (penerima dan penyampai informasi selanjutnya kepada umatnya). Ia juga menyampaikan bahwa informasi sangat menentukan aksi, sehingga penting penguasaan informasi untuk bersikap visioner, kritis terhadap IT, dan pemanfaatannya terhadap hal positif dan membangun.

Penulis : Nurul Ahmad (162111286)
Editor : Roudhotul Jannah (172121052)