Bg

Berita - IAIN Surakarta

Picu Terobosan Aktual Hukum Ekonomi Syariah, Mahasiswa HES Ikuti Muskerwil ASHESI

12 Mei 2019
Share to:

FASYA- Rabu-Kamis, 1-2/5/2019, M. Yusuf Saifuddin mengikuti Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) Asosiasi Hukum Ekonomi Syariah Indonesia (ASHESI) wilayah Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Universitas Wahid Hasyim, Semarang.

Yusuf mengikuti rangkaian musyawarah tersebut mewakili Jurusan Hukum Ekonomi Syariah (HES) IAIN Surakarta. Sebelumnya Yusuf ditunjuk oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) HES sebagai delegasi dalam rangkaian musyawarah tersebut.

ASHESI sendiri terbentuk pada tanggal 17 Agustus 2017 di UIN Walisongo Semarang melalui Musyawarah Nasional (Munas). ASHESI diharapkan menjadi partner pemerintah dalam membangun perekonomian yang lebih baik, dan membawa nilai-nilai yang positif bagi ekonomi syariah di Indonesia.

Tak hanya itu, secara filosofis terbentuknya sebuah wadah organisasi mahasiswa HES ini memiliki tujuan bagi terbentuknya masyarakat adil makmur secara sosial dan ekonomi serta bagi umat, bangsa, negara dan agama yang diridhai Allah SWT.

Yusuf (kostum merah-kanan), mewakili Fakultas Syariah dalam Muskerwil ASHESI.

Muskerwil ASHESI Jateng & DIY ini mengusung tema “Prospek dan Tantangan Ekonomi Syariah di Era Milenial”. Acara ini diawali dengan Seminar Nasional yang mendatangkan empat pembicara handal.

Mereka adalah Prof. Noor Achmad, M.A, (Guru besar Hukum Islam UNWAHAS), Ust. Syatibi Darwis (Anggota Komisi Fatwa MUI Pusat), Darwanto, M.SI., M.Sy., (Akademisi Universitas Diponegoro), dan Hery Aslam Wahid (Direktur Eksekutif Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES)).

Prof. Noor Achmad, menyampaikan bahwa ekonomi syariah telah didorong penuh oleh pemerintah. Hal ini bisa dilihat dari regulasi ataupun peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Salah satu langkah kongkrit lainnya adalah pembentukan Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS).

“KNKS adalah wujud komitmen pemerintah dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Sekarang tinggal kalian sebagai mahasiswa dan aktifis, mau megambil peran tersebut atau tidak”, tegas Rektor Pertama UNWAHAS tersebut.

Ketua HMJ HES Fakultas Syariah Jadi Pengurus ASHESI

Sebelum berlangsungnya Seminar Nasional, terdapat Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah ASHESI Jateng & DIY. Ketua HMJ HES Fakultas Syariah IAIN Surakarta, Bangun Seto Dwimurti, termasuk salah satu pengurusnya di bidang kerja sama.

Pelantikan pengurus ASHESI.

Pembahasan Muskerwil dilaksanakan pada malam hari hingga menjelang pagi. Terdapat dua fokus pembahasan Muskerwil pada pertemuan kali ini.

Pertama, mengenai penentuan arah gerak regional, logo, nama, dan visi misi regional. Kedua, mengenai program kerja yang akan dijalankan ke depan.

Walaupun baru terbentuk, mahasiswa HES se-Indonesia sangat kuat menanamkan semangat perjuangan untuk memperkokoh ASHESI dan menjadi salah satu pelopor akademik pada bidangnya. Hal ini tampak dari antusiasme peserta Muskerwil Jateng & DIY.

Diharapkan dengan adanya Muskerwil ini, khittah ASHESI dapat terealisasi dan mengangkat derajat ASHESI serta para mahasiswa HES se-Indonesia. Selain itu diharapkan pula dapat menjaga tali silahturahmi dan menyatukan gagasan, ide, dan terobosan yang aktual, efektif, dan efisien.

Ini semua demi terwujudnya ASHESI yang berkemajuan guna membantu pemerintah dalam membangun perekonomian yang lebih baik. Serta menciptakan masyarakat adil makmur secara sosial dan ekonomi yang diridhai Allah SWT untuk kepentingan umat, bangsa, negara dan agama.

Penulis: HMJ HES. Editor: Fikr.

Related Post