Bg

Berita - IAIN Surakarta

Dosen FASYA Lakukan Pemberdayaan Masjid Melalui Sosialisasi “Terapi Qur’ani”

4 Juli 2019
Share to:

FASYA-Ahad, (30/06/2019) Dosen Fakultas Syariah adakan pengabdian masyarakat bertempat di Masjid Nurul Hidayah, Dusun Betikan, Wironanggan, Gatak. Acara ini diadakan sebagai bentuk rangkaian pengabdian Institut khususnya Fakultas Syariah kepada masyarakat. Diketuai oleh Diana Zuhroh, M.Ag yang beranggotakan Andi Cahyono, M.E.I dan Lutfi Rahmatullah, M.Hum.

Masjid pada dasarnya bukan hanya sebagai tempat ritual ibadah, lebih dari itu sejatinya masjid berfungsi sebagai center of exellence yakni pusat peradaban ummat, berbagai kegiatan yang berkontribusi terhadap masyarakat dapat di mulai dari Masjid, salah satunya adalah kegiatan sosialisasi “pengobatan/terapi Qur’ani” oleh tim Pengabdian Fakultas Syariah IAIN Surakarta.

Foto bersama kegiatan sosialisasi terapi Qur’ani

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman sekaligus pengobatan terhadap masyarakat sekitar melalui media “terapi qurani”. Model pengobatan “terapi qurani” disosialisasikan agar dapat memberikan kontribusi yang nyata terhadap masyarakat khususnya yang menyandang penyakit.

Dengan menghadirkan Jam’iyyah Ruqyah Ahlussunnah wal Jama’ah (JRA) yang diketuai oleh Ustadz Abdul Rahim (Gus Rahim) beserta tim, memberikan pemahaman sekaligus praktik “pengobatan terapi qur’ani” terhadap masyarakat. Terlihat antusiasme masyarakat sekitar masjid Nurul Hidayah yang hadir mengikuti kegiatan tersebut.

Gus Rahim Memaparkan Materi

Pesatnya perkembangan berbagai penyakit tidak selalu berbanding lurus dengan kemampuan pengobatan medis untuk menanggulanginya. Dengan pengobatan medis yang tidak jarang berbiaya tinggi, tidak semua penyakit juga dapat diatasi. Kondisi inilah yang menjadikan “pengobatan terapi qurani” menjadi penting sebagai pengobatan yang mengiringi pengobatan medis.

Antusiasme Masyarakat Mengikuti Praktik Terapi Qur’ani

Di samping dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, “pengobatan terapi qurani” tidak hanya berorientasi pada pengobatan atau penyembuhan sakit fisik, akan tetapi juga pada yang non fisik, seperti psikis dan kejiwaan. (Penulis: Lutfi/ Editor: DW)

Related Post