Bg

Berita - IAIN Surakarta

Bersama Mahasiswa PT di Kawasan ASEAN, Abdul Rahman Prakoso, Ikuti “International Jogja Youth Camp 2019”

12 Juli 2019
Share to:

FASYA- Pada 28 s/d 30 Juni 2019 lalu, Fakultas Syariah IAIN Surakarta mendelegasikan Abdul Rahman Prakoso, mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah (HES), mengikuti event International Jogja Youth Camp 2019.

Event ini diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial Humaniora (FISHUM) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bekerja sama dengan International Office UIN Sunan Kalijaga, Kementerian Agama, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pemuda dan Olahrga, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan beberapa lembaga terkait.

Sebanyak 100 mahasiswa di kawasan Asia Tenggara (Asean) mengikuti kegiatan ini. Dari luar negeri tercatat di antaranya diikuti oleh Kolej Universiti Islam Antar Bangsa Selangor, National University of Singapore, Prince of Songkla University, Thammasat University Lampang Campus, International Islamic University Malaysia, University of Liverpool, Singapore Institute of Technology, University of The Philipines, Diliman College Philipines dan Universitas Islam Sultan Sharif Ali Brunei.

Sedangkan peserta dalam negeri yang berpartisipasi antara lain IAIN Surakarta, UIN Sunan Kalijaga, UIN Raden Patah Palembang, UIN Antasari Banjarmasin, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Mercu Buana, UGM, UIN Maulana Malik Ibrahim, UIN Suska Riau, UIN Palangkaraya, IAIN Kerinci dan IAIN Bukittinggi.

Beberapa komunitas pemuda juga ikut ambil bagian. Di antaranya Komunitas Gusdurian, Perwakilan Pemuda Kristen, Perwakilan Pemuda Katolik dan Perwakilan Pemuda Budha.

Pose bersama seluruh peserta.

Menurut rilis Abdul Rahman Prakoso, kegiatan ini merupakan forum untuk mempertemukan pemuda di kawasan Asia Tenggara. Sebagai pemuda serumpun di Asia Tenggara, pemuda diharapkan saling memahami keragaman tradisi keagamaan, budaya dan bahasa.

Lebih lanjut kata Rahman, para pemuda didorong untuk meningkatkan potensi mereka sebagai elemen dalam mewujudkan kawasan yang makmur, adil dan inklusif.

Secara keseluruhan, event ini didesain dalam rangkain kegiatan berupa workshop, seminar, welcome dinner, forum group discussion, kompetisi, pagelaran seni dan budaya antar daerah dan bangsa, serta kunjungan museum.

Abdul Rahman Prakoso dalam sesi interaksi dan dialog bersama peserta

Sebelum mengikuti kegiatan ini, terang Rahman, para peserta telah melewati proses seleksi salah satu karya berupa foto, video atau artikel. Ia memilih menulis artikel dengan judul “Kolaborasi Pemuda Asean Dalam Membangun Toleransi Beragama”.

Dalam kegaitan yang menggunakan bahasa internasional ini para peserta digiring untuk aktif menganalisis persoalan di sekitar. Tidak hanya itu, kata Rahman, peserta juga didorong untuk mampu menyampaikan gagasan dan memberikan solusi.

Puncak acara ini, lanjut Rahman, ditandai Deklarasi Pemuda Asean tentang pentingnya peran pemuda dalam mempromosikan nilai toleransi dan keberagaman. Akhir kegiatan juga ditandai pengumuman pemenang kompetisi foto, video dan artikel.

IIUM dan UGM berhasil memenangkan kategori artikel. Sedangkan kategori foto diraih oleh UIN Raden Intan Palembang dan FISHUM UIN Sunan Kalijaga. Sementara kompetisi video disapu bersih oleh FISHUM UIN Sunan Kalijaga.

Meski belum menjadi pemenang, menurut pengakuan Rahman, banyak hal berharga yang telah didapat. Selain berinteraksi dengan pemuda serumpun, ia juga dapat berinteraksi dengan sejumlah tokoh dan akademisi dalam dan luar negeri yang tampil sebagai pemateri.

Di antaranya Prof. Drs. KH. Yudian Wahyudi, MA., Ph.D (Rektor UIN Sunan Kalijaga), Prof. Kamaruddin Amin, Ph.D (Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama), Prof. Aris Junaidi, Ph.D (Dirjen Penjaminan Mutu PT Kemenristek Dikti), dan Riaz Saehu (Direktur Kerja Sama Sosial Budaya Asean Kemenlu RI).

Selain itu ada juga Dr. Azhar Ibrahim (National University of Singapore), Achmad Zainal Arifin, Ph.D (Dosen Fakultas Sosial dan Humaniora), Dr. Siti Ruhaini Dzuhayatin (Staf Khusus Presiden RI bidang Keagamaan Internasional) dan Verene Meyer (Columbia University United State).

Ia berharap event ini dapat menjadi agenda rutin tahunan bagi mahasiswa di kawasan Asean. Dengan begitu mahasiswa dapat membangun jejaring internasional untuk memicu prestasi, kolaborasi internasional dan membangun iklim inklusif di kawasan Asean. (Sumber: Rahman/Editor: SH).

Related Post