Bg

Berita - IAIN Surakarta

Potensi Zakat Tinggi, Jurusan Mazawa Kian Bergengsi

6 Agustus 2019
Share to:

FASYA-Tingginya potensi zakat di Indonesia, menjadi harapan besar akan manfaat yang dilahirkan. Termasuk di dalamnya adalah manfaat terhadap perekonomian nasional. Banyak pihak berharap, zakat mampu menekan angka kemiskinan di Indonesia.

Harapan ini selaras dengan tujuan pengelolaan zakat itu sendiri. Merujuk pada pasal 3 Undang-undang No. 23 tahun 2011, pengelolaan zakat bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan dalam pengelolaan zakat. Selain itu juga untuk meningkatkan manfaat zakat guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan.

Untuk mewujudkan harapan tersebut, dibutuhkan amil zakat yang profesional. Pengelolaan zakat membutuhkan amil yang memiliki skill manajemen yang mumpuni. Kebutuhan ini menjadi makin nyata, seiring dengan kompleksnya sektor ekonomi moderen.

Selain itu, pengelolaan zakat juga membutuhkan amil yang menguasai hukum Islam. Kompetensi ini menjadi penting, terutama dalam proses obyektifikasi aspek fiqh yang cenderung normatif, ke dalam realitas yang lebih empiris.

Melihat kebutuhan SDM yang siap pakai dalam pengelolaan zakat, menjadikan Jurusan Manajemen Zakat dan Wakaf makin strategis dan bergengsi. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Jurusan Manajemen Zakat dan Wakaf (Mazawa) IAIN Surakarta menerjunkan mahasiswanya untuk Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Mahasiswa Mazawa antusias ikuti kegiatan penyerahan peserta PPL 2019 di Baznas.

Baznas Karanganyar dan Sragen Pilihan Tepat PPL Mahasiswa Fakultas Syari’ah

Mansur Efendi, S.H.I., M.Si, selaku Ketua Panitia PPL/KKL Tahun 2019 yang sekaligus Dosen Pembimbing Lapangan, mengatakan bahwa lokasi yang dipilih untuk penyelenggaraan PPL Jurusan Mazawa pada tahun ini adalah Baznas Karanganyar dan Baznas Sragen.

“Kedua Baznas tersebut sengaja dipilih karena kemampuannya dalam pengelolaan zakat yang dinilai sangat baik. Baznas Karanganyar misalnya, pada tahun 2018 perolehan zakatnya mencapai Rp. 15,5 miliar. Perolehan tersebut mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp. 12,8 miliar,” terangnya.

Selain itu tambahnya, Baznas Karanganyar juga cukup prestatif. Yang terbaru, Baznas Karanganyar dinobatkan sebagai Juara Umum Pengelolaan Baznas terbaik di Jawa Tengah Tahun 2019.

Pada ajang yang bergengsi tersebut, Baznas Karanganyar meraih empat kategori sekaligus, yaitu dukungan sarana prasarana sekretariat, penghimpunan ZIS, dukungan Kepala Daerah dalam kemajuan Baznas, dan pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ).

Baznas Sragen, jelas Masur lebih jauh, juga memiliki kemampuan pengelolaan zakat yang baik. Hal ini ditandai dengan prestasi Baznas Sragen menjadi Juara 1 Baznas Jateng Award 2019 untuk kategori operasional kelembagaan terbaik se-Jawa Tengah dan nominasi pengelolaan SIMBA (Sistem Informasi BAznas).

“Bahkan, pada Tahun 2014, Baznas Sragen juga pernah meraih penghargaan dari Baznas Pusat sebagai BAZNAS Dengan Kinerja Yang Memuaskan,” tambahnya.

Penyerahan Peserta PPL di Baznas Karanganyar dan Sragen

Penyerahan mahasiswa peserta PPL di Baznas Sragen dilakukan pada Senin, 5 Agustus 2019 bertempat di Aula Kantor Baznas Kabupaten Sragen. Sebanyak 10 mahasiswa peserta PPL diserahkan oleh Mansur Efendi, S.H.I., M.Si, kepada Ketua Baznas Kabupaten Sragen, K.H. Mahmudi.

Ketua Baznas Sragen saat menerima penyerahan peserta PPL.

Dalam sambutannya, Ketua Baznas Sragen mengucapkan terima kasih kepada Fakultas Syariah IAIN Surakarta yang telah memberikan kepercayaan kepada Baznas Sragen sebagai lokasi PPL mahasiswa Jurusan Mazawa.

Lebih jauh ia menjelaskan bahwa dalam pengelolaan zakat di Baznas Sragen berpedoman pada regulasi yang ada. Hal ini untuk memastikan bahwa pengelolaan zakatnya on the track. Sedangkan untuk memastikan pengelolaan zakat aman secara syariah, maka Baznas Sragen berpedoman pada Fatwa Majelis Ulama Indonesia. “Hal ini kami tempuh agar pengelolaan zakat di Kabupaten Sragen aman, baik di dunia maupun akherat. Mengingat dana zakat yang kami kelola adalah dana umat,” terangnya.

Sementara itu, penyerahan mahasiswa PPL di Baznas Karanganyar dilaksanakan pada Selasa, 6 Agustus 2019 bertempat di Aula Kantor Baznas Karanganyar. Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Baznas Karanganyar, Drs. H. Sugiyarso H.S, S.Pd., S.H., M.Ag., M.Kn.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Drs. Badarudin, S.E., M.M, selaku Wakil Ketua Baznas Bidang Sumber Daya Manusia dan H. Iskandar, S.H., selaku Wakil Ketua Baznas Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan.

Pimpinan Baznas Karanganyar hadiri penyerahan peserta PPL.

Mahasiswa peserta PPL yang berjumlah 18 orang tersebut diserahkan oleh Mansur Efendi, S.H.I., M.Si kepada Pimpinan Baznas Karanganyar. Dalam sambutannya, Ketua Baznas Karanganyar mempersilahkan kepada mahasiswa untuk mengetahui seluruh tahapan pengelolaan zakat di Baznas Karanganyar.

“Bahkan nanti bisa ikut Pak Iskandar ke lapangan. Naik turun gunung, masuk desa untuk mengetahui mustahiq yang akan menerima zakat. Dengan demikian, adik-adik mahasiswa bisa mengetahui secara langsung para penerima zakat di Kabupaten Karanganyar” imbuhnya.

Di akhir sambutanya, Ketua Baznas Karanganyar tersebut berharap semoga mahasiswa bisa kerasan dan betah selama 1.5 bulan, PPL di Baznas Karanganyar. (me)

Related Post