Bg

Berita - IAIN Surakarta

Sambut Maru 2019, Dekan Tekankan Fakultas Syariah Prospektif

7 Agustus 2019
Share to:

FASYA- Mulai hari Selasa hingga Kamis (6-8 Agustus 2019), 3.792  mahasiswa baru (Maru) IAIN Surakarta mengikuti kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK). Sebanyak 653 di antaranya adalah Maru Fakultas Syariah.

Kegiatan bertema “Menyebarkan Islam Ramah: Moderat dalam Beragama, Kritis dalam Berfikir, dari IAIN Surakarta untuk Indonesia Berbhinneka” ini diselenggarakan oleh Dewan Mahasiswa Institut (Dema-I).

Pada sesi Selasa 6/8/2019 siang (13.00-15.00), bertempat di lapangan futsal IAIN Surakarta, Fakultas Syariah diberi kesempatan mengenalkan budaya akademik dan kemahasiswaan tingkat fakultas.

Dekan (Dr. M.Usman, S.Ag., M.Ag), Wakil Dekan II (Zaidah Nur Rosyidah, S.H., M.H), Wakil Dekan III (Sidik., S.Ag., M.Ag) dan Sub Bagian Akademik (Iwan Setiyawan, S.H.I) hadir mewakili fakultas untuk menyampaikan materi.

Kepada Maru, Dekan mengucapkan selamat datang dan selamat bergabung dengan Fakultas Syariah IAIN Surakarta. Beliau juga menyampaikan bahwa bergabung dengan Fakultas Syariah merupakan pilihan yang tepat.

“Anda tidak salah bergabung dengan Fakultas Syariah. Ini karena alumni Fakultas Syariah memiliki prospek lapangan kerja yang luas. Selain berkarir di lembaga hukum dan peradilan, alumni syariah tercatat mampu bersaing di sejumlah lembaga pemerintahan lainnya. Tidak terkecuali pada lembaga pendidikan,” tegasnya.

Saat ini yang penting, lanjut beliau, mahasiswa mau bekerja keras menguasai kompetensi ilmunya dan membekali diri dengan menguasai bahasa asing dan pengalaman berorganisasi.

Maru Fakultas Syariah antusias mengikuti materi pengenalan kefakultasan.

Sementara Wakil Dekan II menyampaikan terima kasih atas kepercayaan Maru bergabung dengan Fakultas Syariah. Ia juga menyampaikan bahwa Fakultas Syariah secara bertahap senantiasa berupaya meningkatkan layanan dan sarana prasarana yang memadai bagi mahasiswa.

Adapun Wakil Dekan III pada kesempatan itu mengimbau mahasiswa untuk aktif berorganisasi. “Pintar saja tidak cukup. Anda harus mengasah soft skill agar kompetitif. Salah satunya melalui aktif berorganisasi dan memperkaya pengalaman di lapangan,” tekannya.

Ia juga mengimbau Maru untuk memanfaatkan peluang beasiswa, mengukir prestasi dan mencermati kode etik mahasiswa. Tidak lupa ia juga mengajak mahasiswa memaksimalkan media sosial fakultas (website, facebook dan instagram) sebagai sarana edukasi, informasi dan sosialiasi lembaga.

Melengkapi pengenalan budaya akademik ini, Iwan Setiyawan menjelaskan sekilas persoalan administrasi dan siakad di lingkungan Fakultas Syariah. Ia juga menyinggung etika komunikasi media sosial mahasiswa. “Gunakan ungkapan yang sopan. Perhatikan juga waktu yang tepat saat berkomunikasi lewat whatssapp,” imbaunya.

Maru tampak antusias mengikuti kegiatan ini. Tiga Maru menyampaikan pertanyaan secara kritis pada sesi tanya jawab. Salah satunya berasal dari Aceh. Pertanyaan yang mereka sampaikan di antaranya terkait kesiapan Fakultas Syariah menghadapi era industri 4.0 dan persoalan terkait administrasi. (sh)

 

Related Post