Bg

Berita - IAIN Surakarta

HMJ HES Talk Show Ekonomi Syariah di Era Reformasi

5 Oktober 2019
Share to:

FASYA- Dapartemen Pengembangan Akademik Jurusan (DPAJ) Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Hukum Ekonomi Syariah (HES) menyelenggarakan acara talk show dengan tema “Ekonomi Islam: Subjektivitas dan Hukum Ekonomi Islam di Era Reformasi” Rabu, 2/10/2019 kemarin.

Dimoderatori Aldi Bakri Alamsyah (Koordinator DPAJ), acara ini menghadirkan tiga pemateri. Mereka adalah Mansur Efendi, S.H.I., M.Si Dosen Fakultas Syariah IAIN Surakarta, Bernandi Jawari praktisi Bank Jateng Syariah dan Drs. H. Joelarso Ketua Perkumpulan BMT se-Indonesia.

Sebagai pembicara pertama Mansur Efendi menyampaikan tentang perkembangan bank syariah. Sementara pemateri kedua Bernandi Jawari menyampaikan tentang produk ekonomi syariah di tengah perkembangan zaman.

Jawari juga mengimbau mahasiswa syariah untuk menggunakan produk syariah agar bank syariah lebih maju. “Subyektivitas pelaku ekonomi syariah sangat dibutuhkan”, katanya.

Sementara pemateri ketiga, Joelarso, menegaskan bahwa mahasiswa adalah mujahid ekonomi syariah. Ia juga menyampaikan hal-hal terkait perkembangan ekonomi syariah.

“Alhamdulillah sudah menggembirakan. Dulu Tidak ada UU, sekarang ada. Sekarang juga sudah ada Dewan Syariah Nasional MUI. Selain itu juga ada gerakan ekonomi syariah,” kata beliau.

Saat ini, lanjutnya, tinggal menggagas profesionalitas dan kejujuran dalam bersyariah dan bermuamalah.

Joelarso sampaikan materi.

Pada sesi tanya jawab, Ina Kirana menyoal penyebab Indonesia belum bisa maju dibanding negara lain. Menjawab pertanyaan ini, Joelarso menegaskan bahwa dari sisi regulasi sebetulnya sudah bagus. Problemnya ada di masyarakat. Umat Islam menurutnya belum maksimal dalam bermuamalah.

Peserta lain menanyakan kenapa BMT kurang dikenal masyarakat? Terkait ini Joelarso menegaskan bahwa BMT masih terus berjuang. Segmentasi dan layanan BMT menurutnya adalah orang kecil. Perlu upaya terus menerus untuk lebih baik.

Ketua Umum HMJ HES juga mengajukan beberapa pertanyaan. Di antaranya terkait prospek lulusan mahasiswa HES.

Terkait ini Joelarso mengimbau penyerapan tenaga kerja harus digali. Mahasiswa harus terbiasa menghadapi persoalan yang besar. Capailah IP setinggi-tingginya, tapi imbangi dengan kegiatan organisasi untuk menambah pengalaman dan wawasan.

Ia juga mengingatkan, jangan sampai hanya berburu pekerjaan. Berusahalah agar pekerjaan yang memburumu.

Menutup talk show ini Aldi Bakri ikut memotivasi peserta. “Ekonomi Islam sangat penting diimplementasikan di era revolusi ini. Maka mahasiswa harus ikut andil dalam urusan ekonomi Islam demi kemajuannya,” tegasnya. (wendy/dpaj hmj hes/sh)

 

 

Related Post