Bagaimana Teknik Menyusun Artikel Ilmiah yang Baik?

Bagaimana Teknik Menyusun Artikel Ilmiah yang Baik?
Bagikan

FASYA- Pada hari Rabu 24/4/2019 lalu, Fakultas Syariah (Fasya) menyelenggarakan Workshop Menulis Artikel Ilmiah. Tampil sebagai narasumber adalah Umi Rohmah, S.H.I, M.A., M.Si.

Bertempat di Ruang Rapat Lt. 3 Fasya, acara ini diikuti oleh mahasiswa semester empat dan enam. Mereka tampak cukup antusias mengikuti kegiatan ini dari awal sampai akhir.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Syariah Dr. M. Usman, S.Ag., M.Ag sangat mengapresiasi kegiatan ini. Beliau berharap kegiatan ini jangan hanya sebagai rutinitas saja. Tetapi harus mempunyai tujuan yang jelas untuk membekali mahasiswa cara menulis artikel ilmiah yang baik.

“Menulis itu butuh kebiasaan. Salah satu kendala mahasiswa adalah soal menulis. Diharapkan dengan mengikuti workshop ini akan menambah pengetahuan mahasiswa dan juga bermanfaat sebagai modal awal menyusun karya ilmiah nantinya,” harap Dekan.

Bagaimana Teknik Menyusun Artikel Ilmiah yang Baik?
Sambutan Dekan, Dr. M. Usman, S.Ag., M.Ag

Dimoderatori oleh Fery Dona, S.H., M.Hum., selaku pemateri Umi Rohmah menyampaikan beberapa hal yang perlu disiapkan untuk menulis artikel yang baik.

“Artikel yang baik sebaiknya berasal dari laporan penelitian yang sudah selesai. Selain itu, penulis hendaknya memiliki tujuan yang jelas dalam penulisan artikel jurnal”, terangnya.

“Berikutnya diperlukan memilih jurnal yang sesuai, mengenali gaya penulisan dan ketentuan editorial jurnal, serta waspada kemiripan atau plagiasi. Setelah itu, mulailah menulis, review draft, dan cek kembali referensi atau daftar pustaka” ulasnya lebih lanjut.

Ia juga menjelaskan teknik parafrase. Hal ini menurutnya penting untuk menghindari terjadinya plagiasi. Menurut Dosen Fakultas Syariah yang pernah mengikuti sandwich program di Wina itu, parafrase dapat dilakukan dengan beberapa langkah.

Di antaranya mengubah struktur kalimat, mengubah posisi ide dalam kalimat, dan tidak merubah ide atau maksud. Langkah lainnya, jelasnya, kata kunci tidak boleh berubah dan menggunakan antonim dan sinonim untuk sumber utama atau sumber kedua.

Pada sesi tanya jawab, para peserta mengajukan bebera pertanyaan. Di antaranya, bagaimana cara membuat judul yang baik? Ada juga yang menanyakan, bagaimana cara membuat artikel jurnal yang diringkas dari skripsi?

Menjawab pertanyaan tersebut, Umi Rohmah kemudian mengupas trik membuat judul dan cara meringkas skripsi menjadi artikel jurnal.

Kupasan itu tampaknya cukup bermanfaat bagi mahasiswa. Membuat judul yang baik selama ini memang masih menjadi salah satu kendala dalam penulisan artikel ilmiah ataupun proposal skripsi. (FD)


Bagikan

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *