Bangun Tradisi Akademik, Fakultas Syariah Gelar Bedah Buku “Historisitas Sunnah Nabi dari Embrio Sampai Struktur Epistemologi”

Bangun Tradisi Akademik, Fakultas Syariah Gelar Bedah Buku “Historisitas Sunnah Nabi dari Embrio Sampai Struktur Epistemologi”
Bagikan

FASYA- Senin (07/09/2020), Terkait momentum peringatan Dies Natalis ke 28 Fakultas Syariah IAIN Surakarta, maka Panitia Dies Natalis Fasya ke 28 bersinergi dengan Unit Konsorsium Keilmuan dan SINPUH melaksanakan kegiatan bedah buku Daring menggunakan google meet dan channel youtube fasya dan luring di Ruang Rapat Lantai 1.

Kegiatan ini sukses menghadirkan kurang lebih 90 peserta dari kalangan dosen dan mahasiswa dari dalam dan luar Fakultas Syariah. Adanya bedah buku ini berupaya dapat meningkatkan animo dan memotivasi menulis bagi civitas akademik melalui hasil olah pikir dan karya tulis dosen Fakultas Syariah IAIN Surakarta.

Bangun Tradisi Akademik, Fakultas Syariah Gelar Bedah Buku “Historisitas Sunnah Nabi dari Embrio Sampai Struktur Epistemologi”

Adapun buku yang dibedah berjudul “Historisitas Sunnah Nabi dari Embrio Sampai Struktur Epistemologi” karya Lutfi Rahmatullah, S.Th.I., M.Hum.

Bangun Tradisi Akademik, Fakultas Syariah Gelar Bedah Buku “Historisitas Sunnah Nabi dari Embrio Sampai Struktur Epistemologi”

Kegiatan bedah buku daras dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Syariah IAIN Surakarta, Dr. Ismail Yahya, M.A.

Bangun Tradisi Akademik, Fakultas Syariah Gelar Bedah Buku “Historisitas Sunnah Nabi dari Embrio Sampai Struktur Epistemologi”

Dalam sambutannya, Dr. Ismail Yahya, M.A. mengungkapkan Core business Perguruan Tinggi (PT) pada dasarnya terletak dalam bidang akademik atau dalam bahasa yang lebih sederhana terkait dengan ilmu pengetahuan yang dimanifestasikan dalam tiga dharma, yaitu: (1) pendidikan dan pengajaran; (2) dharma penelitian, publikasi ilmiah, dan perolehan hak kekayaan intelektual (HKI); serta (3) dharma pengabdian kepada masyarakat.

Ringkasnya, dharma pertama dimaksudkan dalam rangka memperoleh dan mentransmisikan ilmu pengetahuan, dharma kedua dimaksudkan dalam rangka memproduksi, mengomunikasikan, serta melindungi ilmu pengetahuan, sedang dharma ketiga dalam rangka menerapkan ilmu pengetahuan.

Di tahun ini terdapat 10 karya buku daras dosen yang akan dilaunching/diterbitkan Fakultas Syariah sebagai upaya meningkatkan animo menulis dosen serta memacu produktivitas dosen dalam menghasilkan karya-karya ilmiah berkualitas dalam bentuk buku sehingga karya tulis yang dihasilkan tidak hanya bermanfaat bagi dirinya, akan tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat luas.

Pada sesi pertama Lutfi Rahmatullah, M.Hum selaku penulis buku tersebut membahas mengenai isi dari buku dari masing-masing bab. Di antaranya, membahas Evolusi Konsep Sunnah: Peran al-Syafii Terhadap Pelembagaan Konsep Sunnah, Sunnah di Tengah Pergulatan Makna antara Teoretisi dan Praktisi: Telaah Atas Pemikiran Muhammad al-Ghazali, Studi Living Sunnah: Tradisi Bukhoren sebagai Manifestasi Dialektika Hadis dan Masyarakat dan Struktur Epistemologi Studi Hadis.

Pada sesi kedua, Dr. Aris Widodo, M.A selaku pembedah 1 mengkaji Menghayati Sunnah Nabi dalam Footprints-Diri: Bedah Buku Historisitas Sunnah Nabi, dari Tilikan Filosofi.

Pada sesi ketiga, Drs. Ah.Kholis Hayatuddin, M.Ag., secara umum menilai sangat baik kualitas buku “Historisitas Sunnah Nabi dari Embrio Sampai Struktur Epistemologi” karena ditulis oleh orang yang kompeten.

Bangun Tradisi Akademik, Fakultas Syariah Gelar Bedah Buku “Historisitas Sunnah Nabi dari Embrio Sampai Struktur Epistemologi”

Unsur yang dinilai dari buku ini antara lain substansi dengan konsep yang lengkap, sistematika, bahasa, referensi, dan kesimpulan. Yang jelas, buku ini sangat tepat untuk dijadikan referensi bagi praktisi/akademisi yang menggeluti bidang Hadist. Dalam kesempatan ini Kholis Hayatuddin membedah buku tersebut dalam Perspektif Relevansi Sunnah dan Perkembangan Hukum Islam.

Bangun Tradisi Akademik, Fakultas Syariah Gelar Bedah Buku “Historisitas Sunnah Nabi dari Embrio Sampai Struktur Epistemologi”

Para peserta sangat khusyuk menyimak apa yang disampaikan penulis dan pembahas. Di akhir sesi dilakukan tanya jawab antara narasumber dengan peserta dilanjutkan pembagian doorprice buku dan foto bersama. Semoga tradisi intelektual ini dapat dilakukan secara kontinu untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas  karya ilmiah dosen. (Lila/ Editor: DW)


Bagikan

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *