Berbagi Kisah Bermasjid oleh M. Taufik Kustiawan

Berbagi Kisah Bermasjid
Judul      : Memoar Bermasjid
Penulis   : Era Ari Astanto dkk
Editor     : Muhammad Milkhan
Penerbit : Langgar Soeka Batja
Tahun     : 2017
Halaman : 174

Berbagi tak melulu berupa makanan dan minuman. Inilah yang dilakukan oleh 28 Muslim dari berbagai daerah yang telah berbagi cerita dan pengalaman tentang bermasjid. Satu di antaranya M. Taufik Kustiawan, mahasiswa HPI Fakultas Syariah IAIN Surakarta. Kisah tersebut terangkum dalam buku Memoar Bermasjid (2017) di bawah editor Muhammad Milkhan, alumnus Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta.

Buku ini berawal dari gagasan Milkhan yang mengajak sejumlah penulis muda muslim untuk mendokumentasikan masjid dalam bentuk tulisan. Gagasan itu muncul usai ia mengikuti program International Visitor Leadership Program (IVLP) FY 16 on Civil Society in Muslim Communities pada April-Mei 2016 di Amerika. Ia menceritakan perjumpaannya terhadap masjid di Amerika yang melekat dengan sebuah bangunan baru. Masjid Darul Hijrah adalah masjid milik Muslim Somalia yang bermukim di Amerika.

Milkhan mengisahkan peran masjid Darul Hijrah tidak hanya sebagai tempat ibadah, namun juga sebagai sarana dalam mengembangkan kajian keislaman terhadap para muallaf dan orang non-Muslim yang ingin mempelajari agama Islam. Kita bisa melihat bahwa kegunaan masjid tersebut sangatlah menjunjung rasa menghormati, toleransi, dan saling menghargai. Perbedaan mampu disatukan dalam kajian di masjid. Hal itulah yang dirasakan oleh Milkan dalam mengisahkan masjid di Amerika.

Sementara M. Taufik Kustiawan, mengisahkan permasalahan etos tolerasi yang ada di masjid. Mahasiswa HPI IAIN Surakarta ini menceritakan masjid di samping rumahnya yang mulai hilang rasa toleransi dan menghargai sesama muslim. Perbedaan Ormas dalam menafsirkan fiqih selalu menjadi masalah sesama muslim dalam mencari kebenaran. Masjid tidak menjadi ruang saling menghormati malah menjadi ruang perdebatan dalam menentukan kebenaran. Takfirisme dalam mazhab tertentulah yang menyebabkan masjid di Indonesia kini mengalami ruang-ruang berideologis.

Selain kisah-kisah beragama, toleransi, dan pendidikan buku ini juga banyak mengangkat kisah berbagai humor tatkala sedang di masjid. Mulai pertemuan asmara, tempat bermain masa kecil hingga bertiduran di masjid terangkum dalam buku ini. Buku yang dikemas secara sederhana ini mampu menceritakan berbagai pengalaman untuk mengenang masa lalu tatkala sedang bermasjid. Buku yang mempersoalkan keislaman di masjid hanyalah ikhtiar penulis tentang kisah-kisah masa kecil agar dapat menambah wawasan dan pengetahuan bagi para pembaca. (Taufik)

Karya M. Taufik dkk dalam sebuah Buku Lihat DISINI

Bagikan

Berita Terkait