Bincang Profesi lulusan, HMPS HKI Adakan Sharing Profesi Bersama Hakim Alumni HKI IAIN Surakarta

Bincang Profesi lulusan, HMPS HKI Adakan Sharing Profesi Bersama Hakim Alumni HKI IAIN Surakarta
Bagikan

FASYA- Ahad (10/05/2020), Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Hukum Keluarga Islam (HKI) adakan Sharing HKI melalui grup WhatsApp mengangkat tema “Bincang Profesi: Sepak Terjal Pengabdian Bagi HKI”

Menghadirkan Maulina Nuril Izzatim S.Sy., M.Sos. yang berprofesi sebagai Hakim Pengadilan Agama Tulang Bawang. Narasumber juga merupakan alumni HKI IAIN Surakarta.

Diskusi ini juga diikuti oleh Muh. Zumar Aminuddin, S.Ag., M.H., selaku pembina HMPS HKI. Diskusi juga meriah dengan diikuti pula oleh 165 peserta mahasiswa HKI.

Diskusi dimulai pukul 09.00 WIB dipandu oleh moderator Alding Fatimah (Stav Dif. Keilmuan HMPS HKI).

Bincang Profesi lulusan, HMPS HKI Adakan Sharing Profesi Bersama Hakim Alumni HKI IAIN Surakarta

Topik Bincang Profesi diselenggarakan mengingat pentingnya pengetahuan prospek kerja sesuai jurusan agar terjadi sinkronisasi dengan dunia akademik. Dunia yang semakin maju serta semakin sempitnya lapangan pekerjaan menjadi masalah utama yang dihadapi semua orang. Kemampuan akademik maupun pengalaman kerja/organisasi sangat dibutuhkan.

Diskusi ini membahas tentang profesi-profesi yang digeluti lulusan HKI. Sudah tidak asing lagi mendengar perkataan masyarakat umum bahwa lulus mau jadi apa? -sebuah pertanyaan yang sering mendera telinga mahasiswa. Maulina menjelaskan, untuk menghadapi masa depan kita harus logis dalam menghadapi peluang. Tidak membatasi diri dengan jurusan dan materi sehingga menjadi antipati dalam bidang lain.

Diskusi semakin menarik ketika Maulina menceritakan perjalanannya hingga mendapat amanah menjadi hakim. Perjalanan dimulai dengan melengkapi persyaratan administrasi hingga melewati beberapa tes.

Profesi lulusan HKI tidak hanya menjadi hakim, banyak kawan-kawan Maulina yang menjadi advokat, pegawai instansi Pengadilan Agama, bekerja di Kementerian Agama dan lain-lain. Maulina berpesan “jangan hanya belajar akademis tetapi juga organisasi karena terkadang orang akan melihat dari cara kita memimpin”.

Keaktifan interaksi dalam diskusi ketika sesi tanya jawab dimulai. Banyak peserta yang melontarkan pertanyaan, seperti pertanyaan dari Adib Rofiuddin yang bertanya tentang batas kesuksesan ketika sudah mencapai cita-cita -karir.

Pertanyaan ini dijawab bahwa “sukses standarnya pada diri masing-masing, kita punya target dan untuk mencapainya butuh perjuagan yang kita tahu susah payahnya hanya diri sendiri. Kuncinya berjuang dalam diam dan nggak perlu diumbar, biar orang lain melihat hasilnya” tegas Maulina.

Diskusi diakhiri dengan pemberian e-Sertifikat kepada seluruh peserta. Pengrus berharap agar diskusi ini menjadi motivasi bagi semua mahasiswa. Bahwa lulusan HKI juga dapat menjadi hakim di Pengadilan Agama. Pekerjaan adalah rezeki yang sudah ditakdirkan oleh Sang Maha Kuasa. Ikhtiar dan Do’a tidak akan pernah menghianati hasil. (Rosyidah Dika/HMPS HKI; Ed: Fikri).


Bagikan

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *