Dukung Seminar Internasional, Mahasiswa Fakultas Syariah Perankan MC Empat Bahasa (Indonesia, Jawa, Arab dan Inggris)

Dukung Seminar Internasional, Mahasiswa Fakultas Syariah Perankan MC Empat Bahasa (Indonesia, Jawa, Arab dan Inggris)
Bagikan

FASYA – Bahasa asing, baik bahasa Inggris maupun bahasa Arab, sudah lazim digunakan dalam penyelenggaraan seminar internasional. Tampil di luar kelaziman itu, Fakultas Syariah (Fasya) IAIN Surakarta memadukan bahasa asing (Arab dan Inggris)dengan bahasa lokal dan nasional (bahasa Jawa dan Indonesia)dalam seremoni pembukaan acara seminar internasional bertajuk “International Seminar on Sharia, Law and Muslim Societies” kemarin, 08/05/2018.

Dukung Seminar Internasional, Mahasiswa Fakultas Syariah Perankan MC Empat Bahasa (Indonesia, Jawa, Arab dan Inggris)

Ide pemaduan keempat bahasa dalam seremonial acara ini dimaksudkan untuk menonjolkan ciri khas IAIN Surakarta yang memang memiliki konsen dalam kajian Islam dan Budaya Jawa. Umi Rohmah, S.H.I., M.A., M.S.I., selaku ketua panitia menuturkan, “Dengan menampilkan bahasa Jawa, Arab, Inggris dan Indonesia ini, kita hendak menegaskan bahwa IAIN Surakarta konsen mengkaji Islam dan Budaya Jawa. Sekaligus menunjukkan pada peserta dari negara lain eksistensi kultur lokal kita”.

Sementara Dekan Fakultas Syariah, Dr. M. Usman, M.Ag menilai positif MC empat bahasa ini. Nilai lokal dan nasional penting untuk senantiasa dipertahankan. “Meski ini seminar internasional, namun lokalitas dan bahasa nasional kita jangan ditinggalkan”, kata beliau.

Bertindak selaku pembawa acara empat bahasa itu adalah para mahasiswa Fasya. Mereka adalah Abdul Rahman Prakoso (Jawa), Nasihatul Masruroh (Arab-Indonesia), dan Anisa Miftahul Janah (Inggris). Sebelum tampil mereka dilatih dan dibimbing oleh Dosen Fasya, Meliana Damayanti, MCL., dan Yoga Purnama, M.Pd.

Dukung Seminar Internasional, Mahasiswa Fakultas Syariah Perankan MC Empat Bahasa (Indonesia, Jawa, Arab dan Inggris)

Menutup seremonial acara pembukaan seminar internasional ini, para pembawa acara menuturkan secara bergantian:

“Qabla an nakhtatima hazihi al-baramij, nathlubul ‘afwa minkum ‘ala kullil khathi’at, ilal liqa’ fi waqtin akhar.”

 “The honourable ladies and gentlemen, that’s all of agendas in the opening ceremony in international seminar from syariah faculty Surakarta. We beg your pardon for all the mistakes. Thank you.”

 “Hadirin sekalian, demikian seluruh rangkai acara pembukaan seminar internasional. Kami selaku pembawa acara mengucapkan terima kasih atas segala perhatian dan mohon maaf atas segala kekurangan.”

 “Mekaten urut reruncening adicoro pambuko seminar internasional.Titi wanci ari puniko sampun kalampahan. Kathah lepat soho cewetipun kawulo pinongko pambiyo woro nyuwun agunging samodro pangaksomo. Asalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakatuh.”(SH).

 


Bagikan

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *