Dukungan Pendirian Prodi “HALAL” Fakultas Syariah Saat Kunjungan Kepala Bidang Khazanah Keagamaan Kemenag RI

Dukungan Pendirian Prodi “HALAL” Fakultas Syariah Saat Kunjungan Kepala Bidang Khazanah Keagamaan Kemenag RI
Bagikan

FASYA- Selasa (29/12/2020), Kepala Bidang Khazanah Keagamaan, Pusat Litbang Lektur, Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi (LKMO), Badan Litbang dan Diklat, Kementerian Agama, Bapak H. Eddy Mawardi, SH. MH. berkunjung ke Fakultas Syariah IAIN Surakarta di penghujung tahun 2020 tepatnya pada 29 Desember 2020.

Dukungan Pendirian Prodi “HALAL” Fakultas Syariah Saat Kunjungan Kepala Bidang Khazanah Keagamaan Kemenag RI

Dalam kunjungannya, di samping menyampaikan salam dari Kepala Pusat Litbang Lektur, Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi (KMO), Prof. Dr. Arskal Salim, juga dibahas beberapa poin penting terkait proyeksi dan sinergi bersama antara kedua Lembaga.

Ke depan Puslitbang KMO tertarik untuk mengadakan penelitian terkait naskah-naskah keagamaan yang tersimpan di Perpustakaan-perpustakaan Keraton Kasunanan dan Mangkunegaran Surakarta.

Bagi sivitas akademika IAIN Surakarta, kajian-kajjian tentang Islam di Surakarta tentu sangat penting di samping berlokasi di pusat budaya Jawa, juga dengan rencana perubahan nama IAIN Surakarta menjadi UIN RADEN MAS SAID SURAKARTA yang notabene menggunakan salah satu nama tokoh penting di Surakarta, tentu riset-riset terkait hubungan Islam dan Jawa semakin menjadi penting.

Ketertarikan Pusat Litbang KMO ini bermula dari kunjungan Prof Arskal selaku Kepala Pusatnya ke IAIN Surakarta pada 17 November 2020. Sebagai pejabat baru, beliau ingin mendapatkan banyak masukan untuk pengembangan lembaga yang dipimpinnya itu. Termasuk di antaranya rencana pembaruan MOU antara Badan Litbang dan Diklat Kemenag dengan IAIN Surakarta yang sudah berakhir.

Kedatangan Pak Eddy Mawardi bisa dikatakan sebagai tindaklanjut dari kunjungan Kepala Pusat Litbang KMO tersebut. Blessing in disguise, dari pembicaraan-pembicaran kemarin juga terlontar usulan dari Fakultas Syariah untuk membuka Program Studi Halal yang segera di-IYA-kan oleh beliau.

Ternyata sebelum di Puslitbang KMO, beliau juga pernah lama menjabat di Badan Penyelenggaran Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama. Beliau paham betul seluk beluk dan tantangan BPJPH ke depan, termasuk di dalamnya kebutuhan akan SDM Syariah yang handal yang bisa bekerja di perusahaan-perusahaan, bahkan di luar negeri. Menurutnya, kalau Fakultas Syariah membuka Prodi Halal, mungkin satu-satunya PTKIN yang menjadi pionir. Bagaimana Fakultas Syariah? Berani menerima tantangan ini? (Dr. Ismail Yahya, S.Ag., M.A / Dekan Fakultas Syariah)


Bagikan

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *