HMPS Mazawa Gelar Talk Show Edukatif Bertajuk “Aksentuasi dan Prospek Mahasiswa Mazawa dalam Membangun Indonesia Maju, Adil, dan Makmur”

FASYA- Rabu, (20/01/2021), Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Manajemen Zakat dan Wakaf Institut Agama Islam Negeri Surakarta mengadakan acara Talk Show Edukatif melalui google meet.

Acara ini diikuti 60 peserta secara online yang bertajuk “Aksentuasi dan Prospek Mahasiswa Mazawa dalam Membangun Indonesia Maju, Adil, dan Makmur”.

Diadakannya acara Talk Show Edukatif ini mahasiswa Mazawa dapat bertanya apapun itu yang mereka masih bingungkan dalam dunia perkuliahan dan juga menyangkut tema dari kata Aksentuasi sebagai penguat kader-kader praktisi Ziswaf yang dipersiapkan dalam bangku perkuliahan.

Tak lupa acara ini juga membahas tentang prospek kerja yang dipimpin oleh pemateri dari BAZNAS Sragen.  Acara tersebut dibuka oleh Bella Lavita selaku Master Of Ceremony.

Sekretaris Prodi Manajemen Zakat dan Wakaf Fakultas  Syariah, Mansur Efendi, S.H.I., M.Si. menuturkan dalam materi pertama, “Prodi MAZAWA pada dasarnya memiliki kedudukan yang setara dengan program studi lain di Fakultas Syariah. MAZAWA berada di Fakultas Syariah dikarenakan dulunya Manajemen Zakat dan Wakaf adalah Program Studi Hukum Zakat dan Wakaf. Walaupun berada di Fakultas Syariah namun Prodi ini diberikan kewenangan mengelola Prodi sendiri, “ terangnya.

Lulusan Manajemen Zakat dan Wakaf menyandang gelar Sarjana Ekonomi. Visi prodi dalam mengembangkan ilmu mazawa dalam bingkai kebudayaan dibawa kedalam level Internasional dengan membangun kerjasama dengan beberapa lembaga luar negeri.

Tujuan prodi mengenai profil lulusan berdasarkan visi prodi mazawa dibagi menjadi tiga praktisi antara lain praktisi zakat wakaf, praktisi bisnis, dan praktisi akademisi.

Dari praktisi zakat wakaf alumni bisa menjadi pimpinan atau manajer pada badan atau lembaga pengelolaan zakat seperti BAZNAS dan LAZNAS, serta badan lembaga zakat yang lain atau bisa juga dengan mengelola sektor bisnis zakat.

Praktisi bisnis pada lembaga baik bank maupun non bank. Serta dari praktisi akademisi dapat menjadi tenaga pendidik.

Tak kalah menarik dari pemateri pertama, sesi kedua dibawakan oleh BAZNAS Sragen Drs. H. Mustaqim M.Ag.

Beliau menuturkan, “salah satu jurusan yang ada dan baru di perguruan tinggi Islam adalah Manajemen Zakat dan Wakaf, salah satu harapannya adalah dapat mengelola ekonomi umat baik yang menyangkut dunia bisnis maupun  profesi amil  yang mendapatkan legalitas dari Allah SWT untuk mengelola zakat dengan berpegang teguh pada Alquran dan Sunnah Rasul,” tuturnya.

Maka profesi ‘amil adalah sangat mulia apabila dapat mengelola dengan amanah, dan akan dapat menyelamatkan para muzaki atau aghniya, serta akan mensejahterahkan mustahik, demikian juga mengelola wakaf sebagai nadzirpun akan membahagiakan umat dan sekaligus akan mengekalkan amal jariyah pewakif.

“Agar kedua amalan itu berdaya guna dan berhasil guna di masa depan tentu memerlukan tenaga yang professional dan handal, karena keduanya menyangkut ekonomi umat,” pungkasnya.

Terlihat  antusiasme peserta dari pertanyaan yang dilontarkan sampai-sampai ada yang tidak bisa bertanya dikarenakan waktu yang sudah usai pada sesi tanya jawab, sebelum pemateri beranjak keluar dari Google Meet, moderator meminta Clossing Statement untuk Mahasiswa MAZAWA yang diharapkan sebagai penyemangat dalam menimba ilmu di prodi Mazawa.

Terakhir, Acara ditutup oleh Bella Lavita selaku Master Of Ceremony. (arzaq/ Ed. khairunnisa).

Bagikan

Berita Terkait