Jamaah Membludak, Salat Gerhana Bulan dilakukan di Gazebo

Jamaah Membludak, Salat Gerhana Bulan dilakukan di Gazebo
Bagikan

Semalam (31/1) masjid Imam Al-Bukhari IAIN Surakarta dibanjiri oleh ratusan jamaah yang ingin melaksanakan salat sunnah gerhana bulan. Bahkan, terdapat sebagian jamaah putri yang melaksanakan salat gerhana di gazebo yang berada di samping masjid kampus tersebut. Ini merupakan kali pertamanya gazebo masjid kampus digunakan untuk salat.

gerhana-kajian

Kegiatan salat gerhana bulan tersebut merupakan serangkaian kegiatan “Kajian, Observasi, dan Salat Gerhana” yang diselenggarakan oleh Laboratorium Falak Fakultas Syariah, Organisasi Mahasiswa Fakultad Syariah, dan Takmir masjid Imam Al-Bukhari IAIN Surakarta. Kegiatan yang dihadiri oleh sebagian besar civitas akademika Fakultas Syariah IAIN Surakarta tersebut dimulai dengan salat Isya berjamaah. Dilanjutkan dengan “Kajian Singkat Astronomi Gerhana” oleh Fairuz Sabiq, M.Ag. dan “Kajian Singkat Fikih Gerhana” oleh Rial Fuadi, M.Ag. Kemudian dilaksanakan salat sunnah gerhana bulan yang diimami oleh Rial Fuadi, M.Ag dilanjutkan dengan khutbah khusuf al-qomar.
Dalam kajiannya, Sabiq memaparkan bahwa gerhana bulan yang terjadi pada 31 Januari 2018 dan berdurasi sekitar 1 jam 47 menit ini bernama “Super Blue Blood Moon”. Sabiq mengatakan, “Super Blue Blood Moon” merupakan gabung dari tiga jenis gerhana bulan, yakni Super Moon, Blue Moon, dan Blood Moon. Super Moon merupakan gerhana bulan di mana bulan berada pada jarak terdekatnya dengan bumi. Blue Moon yaitu gerhana bulan yang terjadi saat Purnama kedua pada bulan Januari. Sementara Blood Moon merupakan gerhana total dan bulan berwarna merah. Gerhana Bulan Super Blue Blood Moon ini terjadi setiap 100-150 tahun sekali.” Fenomena langka tersebut sayangnya tidak bisa diamati secara langsung oleh jamaah karena cuaca mendung dan kurang mendukung.

gerhana-kajian-sabiq gerhana-kajian

Sementara Fuadi dalam kajiannya menyampaikan bahwa gerhana bulan merupakan bukti dan tanda-tanda kekuasaan Allah SWT., Tuhan Yang Maha Esa. “Gerhana bulan tidak ada sangkut-pautnya dengan akan adanya kelahiran seseorang, tidak ada kaitannya dengan akan adanya kematian seseorang, dan tidak ada hubungannya dengan mitos-mitos lainnya. Hal itu, semata-mata Allah berkenan memperlihatkan keagungan-Nya,” tuturnya.

gerhana-khatib

Fuadi juga menghimbau agar kita senantiasa mempertebal iman kita dan dalam peristiwa gerhana bulan ini agar memperbanyak ibadah, doa, zikir, dan sedekah. Perbaiki dan tingkatkan kesalehan kita, yakni kesalehan individu melalui salat gerhana, zikir, dan doa serta kesalehan sosial melalui infaq dan sedekah.

(Nurul Ahmad-HMJ HES)


Bagikan

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *