KEBANGKITAN MUSLIM TRADISIONAL DI SURAKARTA

Bagikan

KEBANGKITAN MUSLIM TRADISIONAL DI SURAKARTA
Ismail Yahya
IAIN Surakarta
Jl. Pandawa, Pucangan, Kartasura, Sukoharjo
E-mail: ismail.yh@iain-surakarta.ac.id

Abstract: Islamic resurgence has taken place in the Muslim worlds, including in Indonesia. Representations of this resurgence are depicted by “the outer” dimensions of Islam, and almost represented by the “Bermazhab
Islam”groups, both modernist and revivalist voices by neglecting “theinner” dimensions of Islam and the traditionalist voice (the “Islam Bermazhab” groups). This research aims to describe and explain the resurgence among the traditional Islam through majelis zikir, salawat, taklim, and
hadrah. Some interviews, observations, and literature studies were conducted to collect the data. The results are; first, the picture of Islamic resurgence is not balanced. The inner dimensions of Islam and voice of traditional Islam are the forgotten aspects regarding with Islamic resurgence.
Second, there is an on-going resurgence among the traditionalists in the form of “santrinisasi” (becoming more pious) and “tradisinasi” (habituating) process of Ahl al-Sunnah wa al-Jama>‘ah teachings and practices. Third, majelis zikir, salawat, taklim, and hadrah are means to preach and protect the thoughts and practices of the traditionalists. Fourth, there are internal and external factors in this resurgence process. Fifth, the dynamics of this resurgence consist of the resurgence of identity and literature of traditional Islam

Abstrak: kebangkitan Islam telah terjadi di dunia Muslim, termasuk di Indonesia.
Representasi kebangkitan ini digambarkan oleh dimensi Islam “lahir”, dan diwakili oleh kelompok “bermazhab Islam”, baik modernis maupun revivalis dengan mengabaikan dimensi Islam “batin” dan suara tradisionalis (kelompok “Islam bermazhab”). Penelitian ini bertujuan menjelaskan kebangkitan antara Islam tradisional melalui zikir majelis, salawat, taklim, dan hadrah. Hasil penelitian adalah: Pertama, gambaran kebangkitan Islam tidak seimbang. Dimensi batin Islam dan Islam tradisional adalah aspek yang dilupakan dalam kebangkitan Islam. Kedua, ada proses habituasi yang sedang berjalan kebangkitan antara kaum tradisionalis dalam bentuk “santrinisasi” dan “tradisinasi” ajaran dan praktik Ahl al-Sunnah wa al-Jama> ‘ah. Ketiga, majelis zikir, salawat, taklim, dan hadrah adalah sarana untuk menyuarakan dan melindungi pemikiran dan praktik kaum tradisionalis. Keempat, ada faktor-faktor internal dan eksternal dalam proses kebangkitan ini. Kelima, dinamika kebangkitan ini terdiri dari kebangkitan identitas dan sastra Islam tradisional.
Kata Kunci: kebangkitan, tradisional, mazhab, majelis, dan Surakarta.

Artikel Ini Telah diterbitkan di Ibda’ Jurnal Kebudayaan Islam

http://ejournal.iainpurwokerto.ac.id/index.php/ibda/issue/view/66

Untuk Artikel Secara Lengkapnya Bisa di Download Disini

 

 


Bagikan

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *