Kunjungi Musium BI, Mahasiswa Fasya IAIN Surakarta Kaji Prospek Ekonomi Syariah

BI, Kunjungan fakultas syariah di BI
Bagikan

FASYA – Setelah kunjungan pertama ke Pusat Penyuluhan Bantuan dan Hukum (Pusluhbankum) Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Kemenkumham RI di daerah Cawang, Jakarta Timur, masih pada hari yang sama, Rabu 29 Agustus 2018, rombongan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Fakultas Syariah 2018 berpisah. Rombingan Mahasiswa Jurusan Hukum Ekonomi Syariah (HES) melanjutkan perjalanan menuju Museum Bank Indonesia (BI) di Jakarta Barat.

Selama dua jam perjalanan, selain merasakan sensasi kemacetan Jakarta, rombongan mahasiswa HES disuguhi pemandangan tidak biasa khas ibu kota (kepadatan penduduk dan kompleksitasnya) dari atas jalan Tol Cawang menuju Museum BI. Tepat pukul 15.00 WIB, dua bus rombongan mahasiswa HES dipandu bapak Masjupri, S.Ag., M.Ag. tiba di Museum BI dan diterima oleh pak Irfan dan 3 stafnya. Dengan antusias, pihak tuan rumah menerima rombongan dari Fakultas Syariah IAIN Surakarta meski mengalami keterlambatan karena terjebak kemacetan.

BI, Kunjungan fakultas syariah di BI

Sebagai pihak yang bersinggungan langsung dengan pertumbuhan ekonomi dan perbankan nasional, pak Irfan di tengah seremoni penyambutan kunjungan KKL Jurusan HES memaparkan gambaran perkembangan ekonomi syariah secara global dan potensi pasarnya, serta ‘cetak biru’ pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.

Pak Irfan memaparkan betapa luas potensi ekonomi syariah sehingga negara maju seperti Inggris dan negara-negara tidak berpenduduk mayoritas Muslim turut berusaha merespon pontensi industri syariah di balik gagasan ekonomi syariah.
Di Inggris, tidak sedikit universitas yang menawarkan pendidikan ekonomi syariah. Korea Selatan, Jepang, dan Thailand antusias menggarap industri makanan halal. Australia turut aktif memasok daging sapi halal ke kawasan Timur Tengah. Negara-negara tersebut rupanya melihat peluang besar ekonomi syariah di Indonesia oleh karena jumlah Muslimnya yang luar biasa; sesuatu yang telat disadari ekonom dan pengusaha Muslim Indonesia.

Tanya jawab dilalui dengan antusias, dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan dan suvenir yang dihadiahkan kepada para penanya. Yang menarik, salah satu suvenir yang dibagikan adalah buku hasil penelitian Bank Indonesia bekerjasama dengan Universitas Padjadjaran sebagai upaya memperkuat kurikulum ekonomi syariah di perguruan tinggi Indonesia. (Sumber: http://www.unpad.ac.id/2016/07/bi-dukung-peluncuran-tiga-buku-ekonomi-islam-salah-satunya-karya-dosen-feb-unpad/)

Kunjungan kali ini diakhiri dengan berkeliling di Museum BI, didampingi salah satu staf museum yang menjelaskan beragam hal berkenaan dengan sejarah Bank Indonesia dari masa ke masa. (md/afd)


Bagikan

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *