LSO Lirik Bedah Buku Ahmad Tohari

LSO Lirik Bedah Buku Ahmad Tohari
Bagikan

FASYA-Sabtu 07/09/2019, Lembaga Semi Otonom (LSO) Lirik Syariah mengadakan diskusi dan bedah buku “Orang-Orang Proyek” karya Ahmad Tohari di halaman Fakultas Syariah IAIN Surakarta. Diskusi ini dihadiri oleh anggota LSO Lirik Syariah serta mahasiswa Fakultas Syariah.

Ulfa Diyanti, mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah (HES) bertindak sebagai pengisah dalam bedah buku kali ini.

“Buku Orang-Orang Proyek merupakan buku yang bertema sastra pelawanan, dikemas menjadi karya Novel dengan bahasa yang mudah untuk dipahami. Ahmad Tohari adalah seorang penulis, sastrawan dan budayawan”, Ulfa mengawali kisahnya.

Lebih lanjut, tulisan Ahmad Tohari sering mengkritik pemerintah dan menceritakan kehidupan sehari-hari, mengenai budaya masyarakat, istiadat juga alur politik. Novel-novelnya kebanyakan bertema perlawanan, tegas Ulfa.

Kisah ini menceritakan sosok insiyur yang tertekan dengan system kecurangan dalam pembangunan proyek yang dikorupsi besar-besaran oleh mereka yang bermain dalam proyek ini. Ada pilihan menjadi idealis di tengah-tengah permainan kong-kalikong antara pengusaha dan pejabat pemerintah.

“Buku ini cocok dibaca oleh mahasiswa, sebagai bukti bahwa mahasiswa adalah agent of change. Selepas membaca buku ini diharapkan menjadi bahan renungan ditengah polemik bangsa ini”, ujar Ulfa.

LSO Lirik Bedah Buku Ahmad Tohari
Antusiasme peserta bedah buku

Pertanyaan akan muncul “Apakah ketika lulus sarjana akan tetap jadi orang Idealis”. Dalam dunia akademisi sastra adalah penyeimbang, sebab dengan mencintai sastra timbul benih-benih kemanusiaan di hati.

Sastra akan mengubah cara pandang kehidupan, seseorang akan bertindak menggunakan cinta. Seperti bekerja dengan cinta atau beragama dengan cinta. Sebab dari cinta timbul ketulusan hati berujung keikhlasan.

Sastra tidak melulu identik dengan cerita percintaan remaja, patah hati dan cerita kasmaran lainnya. Ada sastra perlawanan sebuah kritikan dikemas bahasa fiksi yang segar untuk dibaca. Akademisi bias menjadi seorang sastrawan seperti Kuntowijoyo, Nurkholis Masjid, dan Urip Sutomo.

Diskusi ini bertujuan member edukasi kepada mahasiswa pentingnya budaya duduk melingkar, budaya literasi dalam lini kampus. Lirik berusaha hadir untuk mengisi kekosongan kampus dalam budaya keilmuan melalui diskusi bedah buku. Semoga kedepannya mampu member semangat baru untuk menciptalan bibit-bibit saleh intelektual, ujar Ketua Lirik. (Lirik Syariah)


Bagikan

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *