Mahasiswa Fakultas Syariah Lakukan Pengukuran Arah Kiblat di Magetan

Mahasiswa Fakultas Syariah Lakukan Pengukuran Arah Kiblat di Magetan
Bagikan

FASYA- Beberapa mahasiswa Fakultas Syariah (Fasya) IAIN Surakarta pada Sabtu-Ahad, 30-31/3/2019, melakukan kegiatan pengukuran arah kiblat sejumlah masjid dan musholla di Desa Cepoko Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan. Sebanyak tiga masjid dan lima belas musholla dicek dan diluruskan arah kiblatnya.

Selama dua hari, beberapa mahasiswa yang dikomandoi Danu Tirto Atmojo itu, melakukan pengukuran arah kiblat. Pengukuran tersebut menggunakan alat theodolit, kompas, google earth, dan rashdul qiblat.

Sebelum kegiatan di lapangan dilaksanakan, mahasiswa mendapat bimbingan dari Dr. Muh. Nashiruddin, M.A., M.Ag. Pada hari pelaksanaan, kegiatan ini diawasi dan dibimbing langsung oleh Fairuz Sabiq, MSI.

Takmir masjid dan masyarakat sekitar, sebagian melihat proses pengukuran arah kiblat. Mereka mengamati penggunaan theodolit, kompas, google earth dan bayangan matahari ketika mengarah ke Ka’bah (rashdul qiblat). Hal ini membuat takmir dan masyarakat mengerti arah kiblat masjid atau musholla mereka.

Mahasiswa Fakultas Syariah Lakukan Pengukuran Arah Kiblat di Magetan
Pengukuruan dengan kompas, disaksikan takmir

Theodolit sukses digunakan karena cuaca pada hari Ahad, 31/3/2019 sangat cerah. Begitu pula penggunaan kompas tidak mengalami kendala berarti. Ini karena daerah setempat jauh dari medan magnet.

Begitu juga google earth berhasil menampilkan gambar yang jelas tentang arah kiblat masjid. Rashdul qiblat juga sukses dilakukan pada jam 13.18 WIB lokasi pengukuran.

“Tiga masjid sukses menggunakan semua alat tersebut (theodolit, kompas, google earth dan rashdul qiblat). Sementara di musholla, minus penggunaan theodolit,” kata Sabiq.

Mahasiswa Fakultas Syariah Lakukan Pengukuran Arah Kiblat di Magetan
Mengukur kiblat menggunakan theodolit

Ketika ditanya hasil pengukurannya, Sabiq mengatakan masih banyak yang belum tepat. “Masih banyak masjid/musholla yang belum mengarah tepat ke Ka’bah. Kebanyakan mengarah ke Barat saja. Seharusnya untuk wilayah Magetan, Kiblat mengarah ke Barat dan serong ke Utara),” urainya.

“Setelah mengetahui hasil pengukuran, sebagian takmir dan masyarakat menginginkan merubah arah kiblat mereka dengan menggeser arah shaff. Sebagian masyarakat mengatakan akan memusyawarahkan lebih dahulu. Ada juga yang tidak merespon hasil pengukuran itu,” tambah Sabiq.

Selaku Dosen Pengampu Ilmu Falak dan Kepala Laboratorium Hisab Rukyat “Al-Hilal” Fakultas Syariah IAIN Surakarta, Sabiq berharap semoga kegiatan ini dapat menginspirasi mahasiswa Fakultas Syariah lainnya. Semoga mereka lebih sering terjun ke lapangan mempraktikkan pengetahuan yang sudah diperoleh di bangku kuliah dan memberikan solusi bagi masyarakat. (Sumber: Fairuz Sabiq. Editor: SH)


Bagikan

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *