Memperingati Hari Kartini, HMPS HKI Adakan Seminar Online dan Relevansinya di Masa Kini

Memperingati Hari Kartini, HMPS HKI Adakan Seminar Online dan Relevansinya di Masa Kini
Bagikan

FASYA- Rabu (21/04/2020), Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Hukum Keluarga Islam (HKI) Fakultas Syariah IAIN Surakarta kembali melaksanakan Seminar Online melalui group WhatsApp mengusung tema “Habis Gelap Terbitlah Terang: R.A. Kartini, Tetap Hidup di Tengah Awan Gelap-Kabut Pandemi”.

Bertepatan hari Kartini tentunya dengan peran aktif perempuan Indonesia, HMPS HKI menghadirkan Ibu Haryani Saptaningtyas, S.P., M.Sc., PdDCand, dosen Fakultas Syariah sekaligus Peneliti Lembaga Percik sebagai pemateri pertama.

Rahmatun Nisa, S.Stat, CO. Founder Kartini Institute sebagai pemateri kedua. Tidak lupa Bapak Muh. Zumar Aminuddin, S.Ag., M.H., selaku pembina HMPS HKI juga turut mengikuti Seminar ini. Seminar online kali ini terdiri dari 251 peserta yang dimulai pukul 19.30 WIB dengan sangat khidmat.

Semangat dari HMPS HKI tidak melemah dan terus memberikan karya-karyanya. Mengajak seluruh Mahasiswa untuk terus aktif, kreatif dan inovatif lewat diskusi-diskusi yang diselenggarakannya. M. Baha Uddin (staf devisi Keilmuan HMPS HKI) selaku moderator memimpin jalannya acara dengan meriah.

Seperti yang kita ketahui R.A Kartini adalah pejuang emansipasi yang menyetarakan derajat perempuan dengan laki-laki. Berkat perjuangan R.A Kartini semua wanita di Indonesia berhak mendapat hak yang sama. Bahkan boleh mendapat pendidikan yang tinggi. Perjuanggnya diakui seluruh masyarakat dengan menetapkan 21 April memperingati hari Kartini.

Sebagai kaum perempuan kita wajib meniru perjuangan Kartini dengan semangat belajar, berparadigma luas, produktif, mampu bermodernisasi dan jangan melupakan hak kewajibannya untuk patuh kepada suami.

Ibu Haryanti menjelaskan, “perjuangan Kartini tidaklah mudah, Kartini yang lahir di kalangan hadiningrat memanfaatkan momen tersebut untuk mengubah peran-peran perempuan,“ terangnya.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa, “Kartini rela mengorbankan masa mudanya, memberanikan diri menyuarakan haknnya kepada suami yang saat itu menjabat sebagai bupati jepara. Beruntung, suaminya mendukung apa yang disuarakan oleh Kartini. Kartini juga belajar dunia barat melalui sahabat penanya dari belanda meskipun belum tau sebenarnya bagaimana tradisi barat,” jelasnya.

Peserta diskusi sangat antusias begitu mendengar pemaparan materi oleh Ibu Haryanti.

Selanjutnya Kak Rahmatun Nisa mengatakan “Menjadi perempuan produktif dengan memanfaatkan waktu, meminimalisir pekerjaan (ojo mundur-mundur mundak njegur sumur) maksudnya jika terus menunda pekerjaan akan menyesal. Kemudian bisa juga dengan membuat jadwal yang menyenangkan,” ujarnya.

Seperti itulah tips menjadi produktif. Diskusi semakin menarik ketika peserta saling mengajukan pertanyaan atau argumentasinya.

Terakhir, komentar kesan diskusi dari Sulfania peserta Seminar Online sekaligus pengurus HMPS HKI mengatakan, “Dengan adanya Semon Kartini yang dilaksanakan kemarin kita tidak hanya mampu memperingati hari Kartini saja, kita mampu mengetahui seluk beluk dari sosok seorang ibu Kartini,” ujarnya.

Semoga dengan adanya diskusi ini membantu kalangan wanita membuka mata lebar untuk terus berkarya.

Bentuk Kartini saat ini bisa dilihat perjuangan perawat dan para dokter ikhlas menghadapi pasien corona dan meninggalkan sanak keluarganya.

Semoga wabah ini cepat berakhir dan kita semua kembali pada aktivitas seperti biasa.

Semangat berkarya di tengah pandemi corona.

(Rosyidah Dika-HMPS HKI/ Ed. dw)

 


Bagikan

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *