Menyongsong UIN, Apa Peran Strategis Mahasiswa?

Menyongsong UIN, Apa Peran Strategis Mahasiswa?
Bagikan

FASYA– Senin, 22/4/2019, Dewan Mahasiswa (Dema) Fakultas Syariah (Fasya) IAIN Surakarta adakan serap aspirasi. Kegiatan ini dikemas secara menarik dalam bingkai Dialog Interaktif. Bertempat di ruang rapat Fakultas Syariah, dialog ini mengangkat tema “Pengembangan Strategis Fakultas Syariah untuk Menyongsong Lahirnya UIN Surakarta”.

Pembicara yang dihadirkan dalam dialog ini adalah Ahmad Hafidh, S.Ag., M.Ag, Ketua PTIPD IAIN Surakarta dan Dr. Muh. Nashiruddin, M.A., M.Ag Ketua Lembaga Penjamin Mutu (LPM) sekaligus Ketua Tim Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) IAIN Surakarta.

Menyongsong UIN, Apa Peran Strategis Mahasiswa?
Ahmad Hafidh dan Muh. Nashiruddin (kostum putih) tampil sebagai pemateri.

Selaku Ketua Panitia, M. Fathul Huda mengatakan, kegiatan ini menitikberatkan pada serap aspirasi dari mahasiswa. Selain itu diharapkan terjadi dialog mengenai proses peralihan IAIN menjadi UIN dan sejauh mana kesiapannya. Dalam sambutannya ia mengajak para mahasiswa untuk ikut berperan dalam menyongsong peralihan menjadi UIN.

Senada dengan Huda, Agung Suhendra selaku Ketua Dema juga berharap peran aktif mahasiswa menyongsong perubahan menuju UIN. “Peran aktif mahasiswa dalam menyukseskan proses peralihan ini sangat diharapkan. Melalui serap aspirasi ini diharapkan mahasiswa dapat menuangkan aspirasinya guna menyongsong peralihan IAIN menjadi UIN,” ujar Agung.

Sementara Wakil Dekan III dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Dema. Acara ini menurutnya penting untuk membangun kesadaran Mahasiswa untuk turut mendukung upaya menyongsong peralihan IAIN menjadi UIN.

Menyongsong UIN, Apa Peran Strategis Mahasiswa?
Sambutan Ketua Dema, Agung Suhendra.

Ia juga menegaskan, bagi Fakultas Syariah, peralihan menuju UIN berarti perlunya memperkuat kompetensi “Sarjana Hukum” plus. “Andil untuk memperkuat kompetensi itu harus senantiasa dilakukan juga oleh Organisasi Mahasiswa guna mempersiapkan Fakultas Syariah menyongsong peralihan menuju UIN,” paparnya.

Selaku pemateri, Ahmad Hafidh menyampaikan bahwa persiapan menuju UIN harus dilakukan oleh seluruh warga kampus. Selain itu menurutnya, perlu pula ditingkatkan sistem yang dapat mengelola mobilitas kampus.

“Semoga ke depan mahasiswa dan fakultas mampu membuat karya yang berbasis bilingual. Ini agar karya tersebut dapat dinikmati dan diakses secara global. Hal-hal seperti ini di antara yang perlu dilakukan guna mendukung kesiapan menjadi UIN,” terangnya.

Sementara Muh. Nashiruddin memaparkan tentang pentingnya peran mahasiswa untuk senantiasa meningkatkan kualitas. Untuk mendukung peralihan status, prestasi mahasiswa baik akademik maupun non akademik harus terus ditingkatkan. Begitu juga prestasi para dosen.

“Sampai saat ini, IAIN baru memiliki tiga dosen yang bergelar Profesor. Ini di antara hal yang bisa menghambat laju langkah kita menjadi UIN,” ujarnya.

Menyongsong UIN, Apa Peran Strategis Mahasiswa?
Serap aspirasi dipimpin Dema dan Sema.

Usai pemaparan kedua narasumber, dialog yang dimoderatori oleh Evril Syahrial, Mahasiswa Management Zakat Wakaf, ini dilanjutkan dengan serap aspirasi mahasiswa. Serap aspirasi ini dipimpin oleh Dema dan Sema, serta didampingi oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) di lingkungan Fakultas Syariah. (ACK/AF)


Bagikan

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *