Meraih Cahaya Ilahi

Meraih Cahaya Ilahi
Bagikan

Oleh: Amalia Hidayatul Kholifah

(Mahasiswa Jurusan Hukum Keluarga Islam/Semester I,  Santri PESMA Munawir Sjadzali Fakultas Syariah IAIN Surakarta, E-mail: Amaliahdytl30@gmail.com)

Pertandingan sepakbola selalu menyita perhatian masyarakat. Meski terkadang waktu pertandingan dimulai pada tengah malam, para pecinta sepakbola itu tetap berupaya menyaksikannya. Ironisnya, demi menyaksikannya tidak sedikit yang larut dan melupakan keutamaan waktu tengah malam. Padahal, waktu tengah malam memiliki keutamaan yang lebih bernilai, di antaranya melaksanakan salat malam (tahajud).

Seperti diketahui, salat tahajud lebih utama jika dikerjakan di sepertiga malam terakhir, saat orang lain sedang tidur dengan pulas. Meski berat, tetapi salat tahajud memiliki banyak manfaat. Mulanya, salat ini wajib bagi kaum muslim. Setelah turun perintah salat lima waktu, salat ini menjadi sunnah muakkad (sunnah yang sangat dianjurkan). Sedangkan khusus bagi Rasulullah SAW, salat ini hukumnya wajib sehingga beliau tidak pernah meninggalkannya.

Salat tahajud dikenal dengan sebutan qiyamul lail. Hukumnya sunnah muakkad dan dikerjakan sedikitnya dua raka’at atau sebanyak-banyaknya tidak terbatas. Salat tahajud berarti salat sunnah yang dikerjakan malam hari, atau sepertiga malam setelah terjaga dari tidur. Allah SWT berfirman: ”Dan pada sebagian malam hari bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra:79).

Salat tahajud memiliki keutamaan yang luar biasa bagi umat muslim yang mengamalkannya. Di antara keutamaannya adalah: Pertama, orang yang mengerjakan salat sunnah ini mendapat kedudukan yang terpuji. Maksudnya, orang tersebut akan dinaikkan derajatnya oleh Allah SWT. Kedua, mendapat kunci masuk surga. Rasulullah bersabda: “Sebarkanlah salam, berilah makan (orang-orang yang membutuhkan), sambungkanlah silaturrahim, dan salatlah pada malam hari ketika orang lain sedang tidur, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat.” (H.R. Tirmidzi).

Ketiga, yaitu mendapatkan kemuliaan dan kewibawaan. Sabda Nabi SAW: “Dan ketahuilah, bahwa kemuliaan dan kewibawaan seorang mukmin itu ada pada salat malamnya.” (HR. Hakim). Keempat, do’anya dikabulkan oleh Allah SWT. Apalagi bagi yang mengerjakannya di sepertiga malam yang terakhir.

Kelima, Salat tahajud merupakan kebiasaan orang-orang salih terdahulu. Orang yang senantiasa mengerjakannya, maka ia pun tercatat sebagai orang-orang yang salih. Rasulullah SAW menegaskan: “Biasakanlah dirimu untuk salat malam karena hal itu tradisi atau kebiasaan orang-orang saleh sebelum mu, mendekatkan diri kepada Allat SWT, menghapus dosa, menolak penyakit, dan pencegah dari dosa.” (HR. Ahmad).

Keutamaan-keutamaan yang telah disebutkan di atas, merupakan lima dari 1.000 keutamaan  bahkan lebih yang diberikan oleh Allah SWT untuk orang yang mengamalkan salat sunnah tahajud. Tapi meskipun sebagian orang sudah mengetahui keutamaannya, masih banyak yang menyepelekan dan belum mengamalkannya. Terbukti, meski terkadang terbangun di sepertiga malam, banyak orang yang lebih memilih mengambil handphone atau menyaksikan TV ketimbang salat tahajud.

Memang awalnya sulit untuk bangun di sepertiga malam untuk mengerjakan tahajud. Tetapi bila sebelum tidur sudah memiliki niat yang kuat, insyaAllah akan bangun dengan sendirinya untuk tahajud. Karena itu, sebelum tidur hendaknya mengikuti sunnah Nabi. Berwudu terlebih dahulu, lalu ketika hendak tidur meniupkan kedua telapak tangan sambil membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas. Lalu mengusap kedua tangan ke wajah dan bagian tubuh yang dapat dijangkau. Hal itu dilakukan sebanyak tiga kali, setelah itu berbaring dengan bertumpu pada sisi kanan tubuh.

Tidur sesuai dengan tuntunan Nabi itu banyak manfaatnya bagi kesehatan tubuh. Di antaranya mengurangi beban pada jantung, mengistirahatkan lambung, mengistirahatkan otak, meningkatkan waktu penyerapan zat gizi, merangsang buang air besar agar lancar, mengistirahatkan kaki bagian kiri, dan menjaga kesehatan paru-paru. Selain itu, tidur sesuai sunnah Nabi juga insyaAllah memudahkan untuk bangun pada tengah malam untuk melaksanakan tahajud meraih cahaya ilahi. Semoga manfaat. (SH)


Bagikan

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *