Ngobrol Zakat dan Wakaf (NGOZAWA) II: Pendemi, Mahasiswa MAZAWA Bisa Apa?

Ngobrol Zakat dan Wakaf (NGOZAWA) II: Pendemi, Mahasiswa MAZAWA Bisa Apa?
Bagikan

FASYA-Sabtu, (31/08/2021) Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Manajemen Zakat dan Wakaf sukses menyelenggarakan diskusi/obrolan rutin “NGOZAWA ll” (Ngobrol Zakat dan Wakaf) Part ll. Obrolan ini bertemakan “Pendemi, Mahasiswa MAZAWA bisa apa?” Acara kali ini diselenggarakan secara online melalui Google Meet dan diikuti oleh 36 peserta.

Obrolan kali ini dibawakan oleh salah satu Mahasiswa Manajemen Zakat dan Wakaf angkatan 2018 yaitu Putri Ayu Aprilianti, dan dimoderatori oleh Bintang Remounda Mahasiswa Manajemen Zakat dan Wakaf angkatan 2020.

Ngobrol Zakat dan Wakaf (NGOZAWA) II: Pendemi, Mahasiswa MAZAWA Bisa Apa?

Pada pembahasan selanjutnya pembicara memaparkan pengalaman mengenai bagaimana caranya menjadi diri sendiri, mengikuti perlombaan, sampai dengan bagaimana cara mendapat beasiswa. Terlepas dari itu semua pemateri juga menyampaikan bagaimana hambatan-hambatan yang dihadapi mahasiswa MAZAWA di perkuliahan.

Salah satu hambatan yang sering dihadapi mahasiswa MAZAWA adalah latar belakang sekolah menengah ke atas yang notabenya tidak semua mahasiswa MAZAWA lulusan Madrasah Aliyah. Namun pemateri memberikan gambaran mengenai MAZAWA bisa action sesuai possionnya, dan menyampaikan feel enjoy and not burdened “merasa enjoy dan tidak terbebani”.

Yang menarik dari obrolan kali ini disampaikan pula mengenai bagaimana cara mendapatkan beasiswa yaitu dengan cara berjuang, percaya diri untuk mengambil langkah yang tepat, dan berani mencoba. Dengan mencoba akan mendapatkan pengalaman, karena pengalaman adalah guru yang terbaik.

Ngobrol Zakat dan Wakaf (NGOZAWA) II: Pendemi, Mahasiswa MAZAWA Bisa Apa?

Dari 36 jumlah peserta terlihat sangat antusias mendengarkan dan menanggapi apa yang disampaikan, di akhir acara pemateri menyampaikan pesan yang sangat menarik yaitu “do your best and let God decide the outcome, lakukan yang terbaik dan biarkan Tuhan menentukan hasilnya,” tutur Putri Ayu Apriliani.

Terakhir, harapan dari HMPS Manajemen Zakat dan Wakaf dengan adanya NGOZAWA semoga menjadi langkah awal untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa terlebih mahasiswa MAZAWA. (HMPS MAZAWA/Ed.afz)


Bagikan

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *