Pantai Sundak Saksi Keakraban Maba pada Makrab Fasya 2018

makrab fakultas syariah
Bagikan

FASYA – Agenda Malam Keakraban (Makrab) Fakultas Syariah (Fasya) 2018 pada 26 Agustus 2018 lalu berjalan lancar dan meriah. Serangkaian acara dijalani peserta dengan antusias. Mahasiswa baru (Maba), panitia penyelenggara, dan perwakilan dekanat Fakultas Syariah mengaku terkesan dan merasakan suasana keakraban saat itu.

Pinggiran Pantai Sundak penuh oleh warna biru dongker dan kuning, paduan kaos biru dongker yang dikenakan Maba laki-laki dan kerudung kuning untuk Maba perempuan. “Kita memilih Pantai Sundak karena perpaduan suasana alam dan efek nyaman yang ditimbulkan. Selain itu, keindahan alami pantai membuat acara ini kelak mudah untuk dikenang.” Demikian menurut Agung Soehendra selaku perwakilan panitia penyelenggara.

Makrab diawali dengan opening ceremony yang berisi sambutan dari Ketua Panitia, ketua Dema Fakultas Syari’ah, dan perwakilan Dekanat Fakultas Syariah, bapak Sidik, S. Ag., M. Ag., selaku Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama. Kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, lagu Panji Hitam yang merupakan lagu andalan mahasiswa Fakultas Syariah, dan diakhiri dengan doa yang sekaligus menutup opening ceremony.

makrab fakultas syariah
makrab fakultas syariah

Tampil sebagai pembuka acara inti Makrab Fasya 2018 adalah persembahan hiburan lagu-lagu sendu nan syahdu oleh band Lentera Senja (berafiliasi dengan UKM Gas21) dan pihak panitia. Lagu Kemesraan yang populer oleh Iwan Fals menjadi puncak keseruan deretan lagu yang dinyanyikan dan serempak dihayati para peserta Makrab. Suasana kebersamaan sengaja dihidupkan untuk mengakrabkan antar Maba.

Acara inti Makrab Fasya 2018 adalah Fasya Talent, di mana tiap-tiap perwakilan kelas menampilkan bakatnya di hadapan seluruh peserta. Lagu Satu Jiwa yang populer oleh The Working Class Symphony ditampilkan oleh salah satu perwakilan kelas, mengimbangi suasana yang telah dihadirkan panitia, yaitu kebersamaan.
Selama penampilan lagu Satu Jiwa, kelompok Maba laki-laki berdiri dan saling memegang pundak kawan sejawatnya; sementara Maba perempuan tetap dalam posisi duduk mereka. Selain lagu-lagu, ditampilkan pula puisi berantai dan atraksi bela diri.

 

“Perasaan saya campur aduk. Sedih, senang, juga bangga dan terharu, di acara Makrab kali ini. Selain kemeriahan acara, penyelenggaraan oleh panitia juga sangat maksimal. Betapa tidak, hanya dengan iuran dana Rp 100.000,- per peserta, panitia mampu mengalokasikan total dana yang ada untuk menyewa 12 bus, sebuah Patroli dan Pengawalan (Patwal), dan sebuah mobil ambulance. Dana Makrab kali ini 100% murni dari iuran Maba dan panitia, tanpa campur tangan pihak Fakultas Syariah.” Ujar Ilham Ma’ruf selaku Ketua Panitia Penyelenggara.

Pantai Sundak Saksi Keakraban Maba pada Makrab Fasya 2018

Kesan Mahasiswa Baru dan Pesan Makrab
Selalu ada kendala dalam setiap kegiatan. Itu niscaya. Tidak terkecuali Makrab kali ini. Mulai dari pengondisian peserta hingga pembagian waktu pada hari berlangsungnya acara. Adanya kendala nyatanya tidak menjadi penghalang bagi para peserta menikmati cerianya suasana Makrab. Beragam kesan disampaikan Maba Fasya.

“Intinya, saya sangat senang dengan acara Makrab ini. Kita bisa seru-seruan dan yang paling penting dapat saling mengenal satu sama lain.” Kesan Ojan, perwakilan Maba laki-laki.

“Saya sangat senang dengan Makrab Fasya 2018 ini. Asyik. Tapi bagi saya, Makrab kali ini yang tujuan utamanya mengakrabkan antar peserta belum berhasil. Tapi pun, ini perlu diapresiasi. Minimal, di Makrab kali ini saya lebih kenal dekat dengan teman kelas saya.” Kesan Habibah, perwakilan Maba perempuan.

Kekompakan adalah kata yang mewakili tujuan utama Makrab Fasya 2018. Jika pun belum semua peserta saling mengenal satu sama lain secara personal, Makrab merupakan usaha yang meneguhkan simbol keakraban dan kekompakan setiap angkatan mahasiswa, sejak dulu hingga kini. Melalui Makrab, diharapkan seangkatan mahasiswa tergerak untuk memiliki rasa kekeluargaan dengan sesamanya.

Di sisi lain, Makrab adalah juga titik awal pengenalan seangkatan mahasiswa dengan kehidupan baru sebagai mahasiswa di kampus oleh kakak tingkat. Kehidupan baru sebagai akademisi di kampus mestinya berimbang antara sisi akademik dan keorganisasian. Unsur akademik memiliki peran penting bagi sisi kognisi mahasiswa, sementara unsur keorganisasian sangat bermanfaat bagi mahasiswa sebagai bekal kelak ketika terjun di masyarakat. (ps/afd)


Bagikan

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *