Perkuat Kompetensi Mengajar, Dosen Fakultas Syariah Ikuti Workshop E-Learning Berbasis Moodle

Perkuat Kompetensi Mengajar, Dosen Fakultas Syariah Ikuti Workshop E-Learning Berbasis Moodle
Bagikan

FASYA- Rabu, (07/10/2020), Dalam rangka meningkatkan kompetensi mengajar dosen, Fakultas Syariah menyelenggarakan Workshop Metodologi Pembelajaran E-learning Berbasis Moodle. Hadir sebagai pembicara Wakil Rektor 1 IAIN Surakarta Dr. Imam Makruf, S.Ag., M.Pd. dan Ahmad Hafidz, M.Ag., selaku kepala PTIPD.

Perkuat Kompetensi Mengajar, Dosen Fakultas Syariah Ikuti Workshop E-Learning Berbasis Moodle

Acara ini dilaksanakan sebagai upaya untuk memfamiliarkan pembelajaran daring dan khususnya  penggunaan aplikasi e-elarning yang digunakan di IAIN Surakarta bagi dosen di lingkungan Fakultas Syariah.

Perkuat Kompetensi Mengajar, Dosen Fakultas Syariah Ikuti Workshop E-Learning Berbasis Moodle

Ahmad Hafidz, M.Ag. memulai penjelasan dengan memperkenalkan platform e-elarning IAIN Surakarta dengan nama Si Kulon atau Sistem Informasi Kuliah Online.

Perkuat Kompetensi Mengajar, Dosen Fakultas Syariah Ikuti Workshop E-Learning Berbasis Moodle

“Penamaan Si Kulon selain memudahkan penyebutannya juga terdapat unsur filosofis,“ tambahnya.

Penggunaan Si Kulon merupakan sebuah keharusan. Platform e-learning yang seragam tentu akan memudahkan dan mendukung administrasi dan kebijakan strategis.

Dengan telaten dan penuh semangat pembicara menjelaskan bagian dari Si Kulon dari fitur-fiturnya sampai cara menambahkan sumber pembelajaran.

Pembicara memulai pengisian sumber daya dengan cara membuat presensi.  Dosen dapat membuat presensi untuk satu semester dengan sekali pengaturan. Selanjutnya pembicara menjelaskan cara menambahkan materi.

Ada banyak pilihan sumber daya yang dapat digunakan  untuk menampilkan materi. Bentuknya juga beragam bisa dalam format ms. Word, PPT, Pdf, dll. Selain itu, untuk berinteraksi dengan mahasiswa dosen dapat menambahkan sumber daya seperti forum, kuis, dan penugasan.

Di akhir sesi beliau menegaskan “Paling tidak ada tiga kegiatan yang dilakukan dalam setiap sesi yaitu, presensi, membagikan materi, dan kegiatan interaktif seperti forum, penugasan, atau kuis,” pungkasnya.

Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Dr. Imam Makruf, S.Ag., M.Pd.

Perkuat Kompetensi Mengajar, Dosen Fakultas Syariah Ikuti Workshop E-Learning Berbasis Moodle

Sebelum melanjutkan penjelasan fitur dan menambah sumber daya pada Si Kulon, pembicara menjelaskan tentang konsep pembelajaran e-learning.

Hakikat e-learning setidaknya mencakup lima hal yaitu flexible learning, individual learning, mastery learning, student center leaning, active learning.

Perkuat Kompetensi Mengajar, Dosen Fakultas Syariah Ikuti Workshop E-Learning Berbasis Moodle

Selanjutnya kebijakan pembelajaran dengan e-learning harus disikapi dengan bijak. Pembicara mengingatkan agar dosen-dosen menggunakan aplikasi Si Kulon untuk mendukung webometric institusi.

Walaupun dapat dilengkapi dengan platform lain, tetapi semua interaksi dapat dimulai melalui aplikasi Si Kulon. Selain itu, dosen diharapkan lebih bijak dalam mengatur waktu untuk mengakses kelas. Dosen harus fleksibel dalam mengatur kelas karena karakteristik mahasiswa dari berbagai daerah yang beragam dan kondisi yang berbeda pula.

Dr. Imam Makruf melanjutkan penggunaan fitur Si Kulon khususnya menampilkan materi berupa video dan pembelajaran langsung via video conference dengan BigBlueButtonBN.

Dosen dapat menampilkan video pribadi maupun video orang lain dari youtube, google drive, dll dengan menyalin tautannya.

Selanjutnya untuk membuat pembelajaran menjadi lebih interaktif dosen dapat menggunakan fitur BigBlueButtonBN.

Fitur  tersebut seperti platform zoom atau google meet tetapi sudah tersedia di aplikasi Si Kulon. Di akhir sesi, pembicara mengingatkan agar dosen-dosen menggunakan aplikasi Si Kulon untuk mendukung webometric institusi.

Perkuat Kompetensi Mengajar, Dosen Fakultas Syariah Ikuti Workshop E-Learning Berbasis Moodle

Setelah pemaparan dua penyaji acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Beragam pertanyaan disampaikan peserta. Mulai dari pengaturan presensi hingga menduplikat materi untuk mata kuliah yang sama di kelas yang berbeda.

Acara diakhiri dengan penyerahan kenang-kenangan dan foto bersama. (SAB/ Ed. dw).


Bagikan

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *