PPL di SIB Law Firm, Mahasiswa Fakultas Syariah Belajar Salus Populi Sumprema Lex Esto

PPL di SIB Law Firm, Mahasiswa Fakultas Syariah Belajar Salus Populi Sumprema Lex Esto
Bagikan

FASYA- Sebanyak 5 Mahasiswa Fakultas Syariah IAIN Surakarta berkesempatan melaksanaan PPL di SIB Law Firm yang merupakan kantor advokat yang berdiri di Surakarta.

Di SIB Law Firm, mahasiswa diberi kesempatan untuk berdiskusi dan diberi materi dari ahli di bidang Advokasi. Namun, karena situasi Covid 19 ini membatasi kegiatan yang dilakukan mahasiswa.

Selama di SIB Law Firm mahasiswa juga diajak berkunjung ke Pengadilan Negeri Surakarta, namun tidak bisa menonton proses sidang secara langsung sebab adanya Covid 19 yang diperbolehkan masuk hanya pihak-pihak yang bersangkutan.

PPL di SIB Law Firm, Mahasiswa Fakultas Syariah Belajar Salus Populi Sumprema Lex Esto

Untuk menambah wawasan mahasiswa, kantor advokat SIB law mahasiswa diajak berkunjung ke BLC (Blora Lawyer Club). Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh  Dr. Budiyono selaku Direktur utama SIB Law Firm, di sana mahasiswa bertemu dengan para ahli di bidang advokasi dan mempelajari berkas-berkas yang masuk baik pidana maupun perdata.

BLC merupakan kantor advokat yang bertempat di Jl. Raya Blora -Ngawen 10 Km, Pudak, Sarimulyo, Blora yang juga merupakan partner dari SIB Law Firm Surakarta yang menangani masalah di bidang Litigasi yang diketuai oleh Bapak Sugiyarto S.H.,MH yang juga selaku Direktur Perkara di SIB Law Firm Surakarta.

Kunjungan mahasiswa ke Blora Lawyer Club disambut baik oleh Bapak Sugiyarto dan di apresiasi atas semangat dan kemauan keras kami untuk menimba tentang ilmu hukum, yaitu penanganan perkara, dan pembelaan untuk para pencari keadilan karena bahwasanya Pengacara adalah bagian dari penegak hukum yang menegakan keadilan dan mengawal konstitusi.

Salah satu prinsip yang diterapkan di BLC adalah Salus Populi Sumprema Lex Esto bagi masyarakat. Salus Populi Suprema Lex Esto adalah keselamatan dan kehidupan kesejahteraan rakyat adalah hukum yang tertinggi, sehingga rakyat harus mendapatkan perhatian dan prioritas dari pemerintah akan dapat terwujud.

Hal ini membuat citra hukum bukan hanya menjadi momok yang menakuti masyarakat, namun juga sebagai sebuah tameng pelindung masyarakat yang dapat mengayomi. Hal ini lah yang coba diperlihatkan BLC sebagai pengawal konstitusi dan pelaksanaan program PTSL di Blora.

Mahasiswa juga mendapat ilmu baru yaitu perbedaan antara teori dan pelaksanaan. Di mana pada teori relatif singkat namun pada pelaksanaannya benar-benar dikerjakan secara terinci, agar prosedur penegakan asas pengadilan tidak tumpul.

Sesungguhnya keberhasilan penegakan hukum bukan hanya dilihat dari banyaknya kasus yang telah diselesaikan, namun bagaimana masyarakat percaya pada penegakan hukum. Pengacara adalah bagian dari penegak hukum, maka jadilah penegak hukum yang benar-benar menegakkan konstitusi. (Mahasiswa PPL/ Ed. dw)


Bagikan

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *