Tiga Mahasiswa Fakultas Syariah Ikuti Ajang English Speech Contest di UNS

english speech contest
Bagikan

FASYA – Tiga mahasiswa fakultas syariah yang tergabung dalam Sharia English Squad mewakili IAIN Surakarta di kompetisi English Speech Contest, bertempat di gedung FITK UNS (24/3/2018). Acara ini diselenggarakan dalam rangka ESA’S Fair XV dengan tema “Youth’s Power To Change The World”, disponsori oleh Pertamina. Sebanyak 39 peserta dari berbagai universitas bersaing untuk mengekspresikan bakat, mencari pengalaman dan jika beruntung dapat meraih tiga besar terbaik.

Ketiga mahasiswa IAIN Surakarta yang mewakili ajang ini notabene dari jurusan non-bahasa Inggris. Mereka adalah Isnan Nugroho, Albanin Surya Rahmadi, dan Ahmad Mudzakir. Isnan merupakan mahasiswa jurusan Hukum Ekonomi Syariah semester 6, sedangkan Albanin dan Ahmad Muzakir adalah mahasiswa Hukum Keluarga Islam semester 2. Mereka telah membuktikan jika mahasiswa dari fakultas syariah juga bisa berkontribusi dalam kompetisi bahasa Inggris. Tidak ada sedikitpun rasa takut yang ditunjukkan, bahkan semangatnya begitu besar dengan niat untuk melatih serta mengembangkan kemampuan speaking.

english speech contest
English Speech Contest by Albanin

Ditemui setelah tampil pidato berbahasa Inggris, Albanin mengungkapkan rasa bangganya bisa mengikuti kompetisi ini. “Rasanya seru sekaligus bangga, ini pertama kalinya saya sebagai mahasiswa bisa ikut kompetisi di event tingkat universitas,” ujarnya. Dia juga menambahkan bahwa para peserta berasal dari berbagai universitas ternama dengan ketrampilan yang mumpuni dan 90% dari jurusan bahasa Inggris. Namun justru itu yang membuatnya lebih tertantang.

Sistem perlombaan dalam ajang ini diberikan beberapa pilihan tema yang sudah disediakan panitia. Para peserta hanya dikasih waktu 5 menit untuk memberikan pidato berbahasa Inggrisnya dengan urutan nomor undian yang sudah ditentukan. Tampak ada empat juri yang menilai secara seksama. Masing-masing peserta menampilkan gaya pidato yang sangat mengesankan.

Kontribusi ketiga mahasiswa ini tidak lepas dari dukungan “Sharia English Squad”, sebuah study club atau kelompok belajar di fakultas syariah yang mewadahi mahasiswa pecinta bahasa Inggris. Kelompok ini memiliki berbagai program dalam upayanya meningkatkan kreatifitas berbahasa Inggris. Apa yang ditunjukkan ketiganya juga dapat dijadikan inspirasi bagi mahasiswa lainnya bahwa tidak ada batasan bagi siapa saja yang ingin belajar bahasa Inggris. Sebab bahasa internasional ini merupakan kebutuhan bagi semua pembelajar milenial di era globalisasi, sebagai bekal untuk menyongsong dunia kerja yang semakin sengit.


Bagikan

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *