Tim Pengabdian Fakultas Syariah Ajak Takmir Baturetno Wonogiri Belajar Managemen Masjid Jogokariyan

Tim Pengabdian Fakultas Syariah Ajak Takmir Baturetno Wonogiri Belajar Managemen Masjid Jogokariyan
Bagikan

FASYA – Medan jalan berliku ditambah beberapa titik ruas jalan yang sedang perbaikan tak menyurutkan langkah tim pengabdian Fakultas Syariah (Fasya) IAIN Surakarta untuk mengabdi, Minggu (23/9/2018).

Bertempat di gedung IPHI (Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia) Baturetno, tim mengajak 60 pengurus takmir masjid se-Kecamatan Baturetno belajar managemen Masjid dari takmir Masjid Jogokariyan. Sebuah masjid di Yogyakarta yang mendunia karena kesuksesannya mengelola masjid dan memakmurkan jamaahnya.

Tim Pengabdian Fakultas Syariah Ajak Takmir Baturetno Wonogiri Belajar Managemen Masjid Jogokariyan

Tim yang terdiri dari 4 dosen Fasya Dr. Sutrisno, S.H., M.Hum., Diana Zuhroh, S.Ag., M.Ag., Andi Cahyono, S.H.I., M.E.I. dan Lutfi Rahmatullah, S.Th.I., M.S.I. ini membawakan tema “Membangun Pusat Peradaban Umat dengan Masjid yang Mandiri.”

Dr. Sutrisno mengatakan bahwa para takmir memiliki peran sosial keagamaannya luar biasa. Ia juga berpesan agar selalu istiqomah. “Berjuang di jalan Allah. Selalu membaca al Qur’an, menginfaqan harta dan silaturahmi,” pesannya.

Tim Pengabdian Fakultas Syariah Ajak Takmir Baturetno Wonogiri Belajar Managemen Masjid Jogokariyan

Salah satu takmir masjid Jogokariyan Ustadz Suharyanto, S.E. diawal paparannya menyampaikan beberapa fungsi masjid. Misalnya sebagai pusat pengajaran dan pendidikan, tempat ibadah sholat, pusat informasi masyarakat, pengumpul dan pendistrbusian ZIS, mengatur masyarakat muslim hingga menolong umat.

Tim Pengabdian Fakultas Syariah Ajak Takmir Baturetno Wonogiri Belajar Managemen Masjid Jogokariyan

Ia juga membagikan kiat sukses memakmurkan masjid. “Prinsip managemen masjid yaitu melayani, memahamkan, mensosialisasikan dan mempertanggungjawabkan,” pungkasnya.

Sementara itu, perwakilan pengurus takmir setempat bersyukur wilayahnya menjadi tempat pelatihan. “Semoga pelatihan ini dapat mengembangan kegiatan keagamaan Baturetno. Waktu ke depan ada kegitan serupa. Sehingga masjid yang kita cintai tidak hanya asri, megah tetapi juga makmur jamaahnya,” terangnya penuh harap. (Win)


Bagikan

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *