Undang Taufik Nandito, HMPS HPI Gelar Bedah Buku Nalar Berdemokrasi

Undang Taufik Nandito, HMPS HPI Gelar Bedah Buku Nalar Berdemokrasi
Bagikan

FASYA- Rabu, (23/12/2020) Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Hukum Pidana Islam (HPI) mengadakan bedah buku “Nalar Berdemokrasi” pada pukul 19.30 WIB – selesai. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Google Meet.

Undang Taufik Nandito, HMPS HPI Gelar Bedah Buku Nalar Berdemokrasi

Meskipun dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, namun semangat peserta tetap berkobar dengan 60 peserta dari berbagai Perguruan Tinggi dan masyarakat pada umumnya dari berbagai daerah di Indonesia. Acara virtual ini dimoderatori oleh salah satu anggota Divisi Advokasi dan Hukum Ghufron Mirzano.

Bedah buku virtual dibuka oleh moderator dan diawali dengan pemaparan dari penulis buku “Nalar Berdemokrasi, Taufik Nandito. Taufik menjelaskan tentang bukunya dan yang melatarbelakangi penulisan buku “Nalar Berdemokrasi” tersebut.

“Karena melihat budaya konsumerisme sehingga menjadi buku seperti ini, menjual buku dengan tidak terlalu mahal agar dapat dijangkau oleh mahasiswa, selain itu buku ini merupakan inisiasi saya untuk berbagi ide (berdemokrasi ada hubungannya dengan konsumerisme),” ujarnya.

Buku “Nalar Berdemokrasi” memuat belasan esai yang pernah termuat dalam beberapa media baik cetak maupun daring. Tulisannya juga beragam, mulai dari aktivisme mahasiswa, pers mahasiswa, dunia kampus hingga berbagai realitas dalam kemajemukan bangsa.

Buku tersebut ditulis dengan berbagai analisis, penulis banyak menyoroti praktik dalam kehidupan berdemokrasi. Dengan berlatar studi psikologi dan aktivis pers mahasiswa, penulis menyajikan banyak hal penting yang bisa jadi jarang dibahas dalam perkembangan diskursus maupun wacana.

Dalam acara bedah buku virtual, juga menghadirkan Gus Imam Muttaqin Kholid, SH., S.Ag., Ah. Seorang akademisi yang bertindak sebagai pembanding. Beliau mengoreksi bagaimana penulisan tokoh-tokoh yang ditulisakan dalam buku tersebut.

“Seharusnya diberi penjelasan, karena mungkin beberapa pembaca ada yang kurang tahu siapa tokoh tersebut. Ada baiknya diberi penjelasan di bagian belakang buku,” ujar Gus Imam Muttaqin.

Usai materi disampaikan, untuk mengakhiri bedah buku virtual ini, ditutup dengan sesi tanya jawab dengan antusiasme peserta yang luar biasa sehingga banyak pertanyaan yang masuk, namun hanya 3 penanya saja yang dipilih. Setelah narasumber memberikan jawaban dan tanggapannya, bedah buku virtual pun diakhiri. (HMPS HPI/ Ed. AF)


Bagikan

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *